30 Tahun Warga Njrakah Menunggu Meteran Listrik Ada di Rumah

Warga RT02/RW07 Jrakah, Dusun Sinoman,  Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari Pacitan masih cukup repot untuk bisa menikmati listrik. Mereka harus menarik kabel hingga 1 km karena tiang listrik tak sampai ke wilayahnya.

Oleh Tomi Herlambang 08 Feb 17:16
image Tiang bambu harus digunakan untuk menarik arus listrik ke rumah warga Jrakah (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Arjosari—Masyarakat tidak punya pilihan lain kecuali melakukan cara ini meski mereka sadar hal itu berbahaya dan juga merepotkan.

Sejumlah warga menuturkan sudah 30 tahun mereka menunggu tiang listrik sampai ke wilayahnya, tetapi harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Mereka terpaksa memasang meteran listrik di tempat yang dijangkau oleh jaringan utama selanjutnya menarik ke rumahnya yang berjarak 500 meter hingga 1 km.

“Apa yang membedakan kami dengan warga lain. Sudah 30 tahun menunggu tetapi tidak ada satupun tiang berdiri,” kata Bejo, warga setempat saat ditemui Halopacitan Jumat (08/02/2019).

“Kami juga membayar beban, bayar kewajiban penerangan jalan, bayar pajaknya tidak pernah meminta keringanan, tetapi janji PLN 30 tahun yang lalu berjanji membuat jaringan tidak pernah dipenuhi. Beda lagi kalo kami terlambat membayar, rajin sekali PLN memutus jaringan,” keluhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sarmino yang mengaku termasuk orang pertama yang memasang listrik dengan meteran jarak jauh. “Harapan kami kami sederhana, bagaimana caranya tiang listrik dan jaringannya sampai di wilayah kami, kami sudah bosan setiap tahun dua kali mengganti tiang bambu, setiap hujan kami harus menjaga agar tiang-tiangnya tidak roboh sehingga tidak mencelakai orang,” katanya

Lain lagi yang disampaikan Wiji yang harus menarik aliran listrik sejauh hampir 1 km. Dia merasakan daya listrik tidak bisa maksimal. Dengan daya 450 watt menurutnya kerap kali listrik tidak kuat. “Kalau sudah begitu saya harus turun hanya untuk menghidupkan travo. Itu hampir setiap hari," terangnya.

Dwi, petugas dari PLN di bidang tehnik mengatakan permasalahan jaringan memang masih menyisakan pekerjaan rumah bagi PLN khususnya di wilayah Pacitan yang geografisnya bergunung-gunung. Tetapi ia berharap masyarakat untuk tidak berkecil hati, untuk setiap permasalahan yang ada, ai berharap masyarakat langsung mengajukan permasalahan ke PLN. "Kami ada nomor telepon pengaduan di (0357) 123 atau datang langsung ke sini,” katanya.

Terkait permasalahan di Jrakah Dusun Sinoman desa Jatimalang ia mempersilahkan warga untuk mengajukan proposal perbaikan jaringan karena itu bersifat kolektif, dengan mengetahui kepala desa setempat.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.