4 Desa di Pacitan Ditetapkan Sebagai Destana

Sebanyak empat desa di Kabupaten Pacitan ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) hingga diharapkan memiliki kemampuan dalam meminimalisasi korban ketika terjadi bencana alam.

Oleh Sigit Dedy Wijaya 06 Dec 14:47
image Kader Destana menunjukkan foto kegiatan (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan— Keempat desa yang ditetapkan sebagai Destana adalah Desa Mangunharjo, Desa Kedungbendo, Desa Klesem dan Desa Karanganyar. Penetapan dilakukan dalam seminar  yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pacitan Kamis (06/12/2018) di Pendapa Kabupaten.

Hadi Sutrisno, Kepala Seksi Ketahanan Masyarakat BNPB mengatakan Destana sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012 dan di Jawa Timur sudah beberapa kabupaten/kota yang memilikinya. Empat desa yang ditetapkan pertama akan menjadi pilot project untuk nantinya dikembangkan di desa lain.

"Nantinya sebagai pilot project kemudian bisa direplikasi dan dikembangkan dengan potensi yang ada di daerah tersebut, misal Destana bekerjasama dengan perguruan tinggi maupun dunia usaha yang ada di Pacitan. Jadi Destana ini tidak hanya menjadi tanggungjawab dari BPBD semata, tapi tanggungjawab bersama, karena semua sektor bisa dilibatkan," katanya dalam seminar yang diikuti sekitar 80 orang tersebut.

Pada tahun 2019 nanti, lanjut Hadi, BNPB berencana akan mencetak fasilitator-fasilitator Destana dan akan diberi sertifikasi profesi, kemudian juga akan menyelenggarakan ekspedisi Destana tsunami yang diperuntukkan wilayah sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, dan Pacitan salah satunya.

"Karena di tahun ini banyak bencana tsunami yang terjadi di Indonesia, sehingga banyak hal yang perlu diwaspadai dari tsunami. Tahun 2019 nanti kita prioritaskan Destana tsunami sementara di Pulau Jawa terlebih dahulu. Model dan cara penerapannya nanti berbeda, tetapi tujuannya sama yaitu membentuk desa yang tangguh dalam menghadapi bencana," imbuh Hadi.

Pipit Handoko, Kepala Desa Karanganyar, meminta kepada BNPB Pusat maupun Provinsi untuk memprioritaskan terutama untuk mensuport dari segi anggaran bagi Destana yang telah dibentuk.

"Karena kalau anggaran dari Dana Desa kita salurkan semuanya untuk kegiatan kebencanaan itu tidak mungkin, sehingga kami masih butuh dukungan anggaran untuk bisa membangun kelembagaan dan ketangguhan bencana agar ke depan lebih baik, itu harapan kami," ujar Pipit Handoko.

Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan mengatakan Pacitan merupakan daerah yang memiliki ancaman bencana tinggi. Dengan pembentukan Destana diharapkan risiko korban bisa semakin dikurangi.

"Setidaknya, dengan bekal kesiapan tentu akan bisa meminimalisasi risiko yang lebih fatal, diharapkan dengan Destana ini masyarakat akan tangguh dan siap dalam menghadapi bencana," ujarnya di sela-sela seminar

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.