Ada 131 Titik Longsor Baru di Pacitan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menyebutkan berdasarkan pemetaan terbaru ditemukan ada 131 titik longsor baru di Pacitan.

Oleh Sigit Dedy Wijaya 06 Dec 17:19
image Pingki Hidayati, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, saat seminar pembentukan Destana di Pendapa Kabupaten Pacitan Kamis (06/12/2018) (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan—Pingki Hidayati, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur mengatakan ratusan titik longsor baru tersebut tersebar di 12 kecamatan. Pemetaan dilakukan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"BPBD Pacitan sudah berkoordinasi langsung dan sudah mendapatkan titik-titik baru tersebut, kami juga menghmbau titik baru ini untuk dikaji lagi. Kalau untuk skalanya tergantung pada cuaca atau tergantung curah hujan," ujar Pingki seusai seminar pembentukan Desa Tangguh Bencana (di Pendapa Kabupaten Pacitan, pada Kamis (06/12/2018). Dia tidak merinci lebih lanjut tentang lokasi tepat dari titik-titik longsor tersebut.

Pingki pemetaan ini dilakukan stelah terjadi bencana banjir dan longsor November 2017 lalu. "Otomatis dengan adanya longsor, struktur tanah akan bergerak di bawah, kemudian dibuat penelitian lebih lanjut dan didata," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk melaksanakan penghijauan dengan pohon-pohon berakar kuat  sehingga bisa menahan pergeseran tanah.

Pacitan juga menjadi daerah dengan risiko tertinggi bencana longsor di Jawa Timur, menurutnya hal tersebut dilihat dari banyaknya kejadian longsor pada 2017 lalu hingga memakan korban jiwa, ditambah adanya penemuan titik-titik longsor baru.

"Kalau Pacitan ini potensi longsor cukup tinggi, dan juga masuk di radarnya Bappenas sebagai kabupaten yang memang mendapatkan perhatian khusus dalam penanggulangan bencana. Di Jawa Timur selain Pacitan yang juga berpotensi tinggi  longsor adalah Trenggalek, Situbondo, juga Kabupaten Malang," katanya

Dari 178 desa yang ada di Kabupaten Pacitan, sebagian besar merupakan kawasan rawan bencana. Dengan kondisi tersebut perlunya bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi yang berpotensi longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terkait anggaran kebencanaan dari provinsi, Pingki belum membeberkan secara rinci besarannya nilainya, namun untuk tahun 2019 nanti BPBD menganggarkan dua kali lipat dari tahun ini, termasuk pendidikan-pendidikan ke sekolah.

Pemerintah saat ini lebih mengutamakan melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan bencana. Selain meminimalisasi korban juga akan lebih menghemat anggaran. Salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Di Pacitan, Destana ini banyak menggunakan anggaran dana desa. Saya yakin dan optimistis di tahun 2019 nanti Pacitan akan lebih banyak desa yang berbentuk Destana, karena mereka mau menggunakan dana desanya sendiri untuk membentuk Destana," terangnya.

Di kabupaten lain di Jawa Timur, pihaknya masih perlunya pendekatan yang lebih ke desa-desa, karena belum banyak yang menggunakan anggaran dana desa untuk membentuk Destana.

"Pionernya  Pacitan, kemudian 2018 ini Tulungagung juga sudah mulai mau mengikuti Pacitan dan yang saya dengar mulai belajar ke Pacitan  ada Kabupaten Malang serta Lumajang," pungkas Pingki.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.