Begini Cara Masyarakat Pacitan Menghadapi Bencana

Warga Pacitan dirantau memiliki banyak cara untuk bisa membantu para korban bencana di kampung halamannya

Oleh Editor 06 Dec 20:29
image Joko Sutejo, perantau asal Gunungsari membagikan paket bantuan kepada korban banjir di desanya. (sumber: Foto Dok. Pribadi)

Halopacitan, Gunungsari

Aksi simpatik yang dilakukan warga untuk membantu para korban banjir di daerah Pacitan masih terus berlangsung. Berbagai bantuan dari luar kota juga masih terus berdatangan.

Contohnya, seperti yang dilakukan salah satu perantau asal desa Gunungsari, Joko Sutejo ini. Pegawai departemen Kumham di Madiun ini langsung melakukan inisiatif begitu melihat banyaknya korban banjir dan longsor 28 November lalu. Ia untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat di sekitar lingkungannya untuk dikirim ke kampung halamannya.

“Alhamdulillah mas, banyak yang mau membantu saudara-saudara kita yang lagi susah ini. Saya hanya mengantarkan saja,” ceritanya di Gunungsari.

Hari itu, Joko dan rekan-rekan di kampungnya membagi-bagikan bantuan kepada masyarakat di dua desa yang terkena bencana, Gunungsari dan Gembong, Kecamatan Arjosari.

Bantuan berupa pakaian pantas pakai dan paket sembako itupun diterima dengan senang hati oleh masyarakat di dua desa itu.

“Kita ini saudara, sudah semestinya saling membantu, saling meringankan. Jangan dilihat nilainya, tapi manfaat dan hubungan persaudaraan itu yang lebih penting,” sambung Suryadi, seorang Kepala Sekolah yang juga terlibat dalam pemberian bantuan.

Berdasarkan data Pemkab Pacitan, bencana banjir dan longsor telah menewaskan 25 orang  dan menghancurkan 615 rumah. Jalan sepanjang 23,1 kilometer mengalami kerusakan dan 820 meter tanggul jebol. Bencana yang dipicu siklon cempaka ini telah mengakibatkan lebih dari 16,953 jiwa menjadi korban dengan estimasi kerugian miliaran rupiah.

img

Bencana 28 November Menyatukan Warga di Perantauan

Tidak ada yang menginginkan bencana, tetapi juga tidak ada yang mampu menolaknya. Ketika keputusan Tuhan datang, yang bisa dilakukan hanyalah menerima dan menjalaninya. Tetapi selalu ada hikmah dari setiap bencana yang datang.