Bupati Minta Wartawan Pacitan Berikan Informasi Yang Akurat

Bupati Pacitan Indartato berharap para jurnalis bisa berperan dalam upaya mempercepat pembangunan dan memberikan informasi yang bermanfaat dan akurat kepada masyarakat.

Oleh Sigit Dedy Wijaya 08 Feb 17:27
image Wartawan Pacitan foto bersama dengan Bupati Indartato (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan,Pacitan—Hal itu disampaikan Indartato saat melakukan pertemuan dengan puluhan wartawan yang tergabung Paguyuban Wartawan Independen Pacitan (PWIP) di halaman belakang rumah dinas bupati Jumat (08/02/2019). Pertemuan dilakukan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Indartato menyampaikan, wartawan diharapkan dapat berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam melakukan akselerasi pembangunan.

Indartato mengatakan, peran media dalam memberikan informasi kepada masyarakat juga diharapkan berupa informasi yang benar, jelas, akurat dan juga transparan meskipun terdapat kritikan-kritikan.

Untuk menjalin hubungan antara pemerintah daerah dengan insan pers di Pacitan, Indartato berjanji akan terus mengagendakan untuk pertemuan-pertemuan baik dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga wartawan, untuk membahas berbagai hal kemajuan Pacitan.

"Minimal tiga bulan sekali, kita upayakan pertemuan ini akan terus berlajut ke depannya, sekadar diskusi maupun dialog," janjinya.

Ada sekitar 30 wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bukan hanya ajang silaturahmi antara insan pers dengan pemerintah, akan tetapi, juga dilakukan reorganisasi kepengurusan. Danur Suprapto terpilih sebagai Ketua Paguyuban Wartawan Independen Pacitan (PWIP) menggantikan Yuniardi Sutondo.

Danur Suprapto, SH, sebagai ketua terpilih periode 2019-2024, menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemkab yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

"Semoga ke depan wartawan Pacitan semakin solid dan Pacitan ke depan semakin baik. Tentu ini semua perlu dukungan dan juga suport dari rekan-rekan semua," kata Danur.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.