Cegah DBD, Wartawan Pacitan Tebar Ribuan Ikan Cupang

Komunitas jurnalis yang tergabung dalam  Paguyuban Wartawan Independen Pacitan (PWIP) membagikan sebanyak 2.000 ekor ikan cupang kepada warga di Kelurahan Ploso Pacitan sebagai bagian pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Oleh Sigit Dedy Wijaya 10 Feb 14:22
image Pelepasan ikan cupang di sumur milik warga di RT 03, RW 01, Blumbang, Kelurahan Ploso (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan—Pembagian ikan cupang kepada warga ini merupakan salah satu agenda PWIP memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan partisipasi mendukung kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak yang dilakukan oleh Kelurahan Ploso.

"Ini gebrakan awal PWIP membantu masyarakat salah satunya PSN serentak di Kelurahan Ploso. Dan saya berterimakasih kepada rekan-rekan media yang mensuport, sangat kompak mendukung kegiatan-kegiatan sosial, disamping tugas dari wartawan sendiri," kata Danur Suprapto, Ketua PWIP Pacitan, Minggu (10/02/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Dr Eko Budiono, mengatakan, PSN sangat penting untuk membiasakan masyarakat agar berperilaku hidup sehat dan harus dilakukan oleh semua orang karena hingga hari ini tercatat ada 210 penderita DBD.

Pihaknya sangat berterimakasih kepada pers yang telah membantu dan juga mendukung PSN serentak. "Ikan cupang sangat membantu  untuk pemakan jentik-jentik nyamuk," tambahnya.

Ribuan ikan cupang tersebut setelah dibagikan kepada perwakilan RT maupun RW di Kelurahan Ploso, kemudian dibagikan setiap rumah yang kemudian dilepas di sumur dan juga bak mandi milik warga serta dipantau langsung oleh kader kelurahan dan Dinas Kesehatan.

Faizal Nurul Huda, S.IP, Lurah Ploso mengatakan, hingga saat ini di Kelurahan Ploso tercatat ada 27 kasus DBD dengan tertinggi terjadi pada Februari. "Selama Februari ada sekitar 17 kasus, baik yang menyerang anak-anak maupun dewasa," ujarnya di sela-sela ikuti PSN serentak.

Pihaknya juga telah membentuk kader dari ibu-ibu sebanyak 48 orang. "Jadi para kader tersebut telah melakukan PSN sejak Desember 2018 lalu dan bukan kali ini saja. Tapi karena keterbatasan dan kekurangan kami, wabah di Ploso meledak, akhirnya kami juga berkoordinasi dengan kecamatan dan Dinkes," kata Faizal.

Faizal mengimbau kepada warga, agar ke depan kegiatan PSN serentak bisa berkelanjutan, mengingat masih banyak jentik-jentik nyamuk yang dijumpai. "Kami imbau kepada seluruh warga di Ploso ini, untuk setiap Minggu sekali melaksanakan PSN," imbaunya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.