Cuaca Buruk Nelayan Urung Melaut

Mendung hitam tebal menghiasi langit Pacitan beberapa hari ini. Tampak permukaan air laut bergoyang kesana kemari tertiup kencangnya angin musim baratan. Beberapa nelayan tampak plin-plan saat mulai menginjakan kaki diatas perhunya. Lantaran melihat fenomena alam seperti itu.

Oleh Eko Prasetyo 04 Dec 20:17
image Akibat cuaca buruk, puluhan kapal nelayan terpaksa bersandar di pelelabuhan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. (sumber: Halopacitan/Eko Prasetyo)

Halopacitan, Pacitan – Banyak kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Dermaga Ikan Tamperan yang menjadi pertanda para nelayan tidak melaut. Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir menjadikan mereka memilih aman untuk tidak mencari ikan.

Sugiono (47), salah seorang nelayan mengatakan dia dan kedua temanya, mengurungkan niatnya untuk melaut. Lantaran angin yang berhembus kencang sehingga membuat gelombang lautnya kasar. “Padahal pagi sampai siang tadi udah merapikan jaring. Tahu-tahu sorenya anginya kecang,” katanya Selasa (04/12/2018). Dia mengatakan sehari sebelumnya masih berani melaut.

Beberapa nelayan yang mencoba melaut juga memilih memutar kapalnya untuk kembali ke pantai “Ini pulang lagi, kalau tetap berangkat takutnya perahunya terbalik, soalnya gelombang di tengah laut biasanya 1,5 meter lebih,” kata Rusdianto (49), nelayan lainnya.

Selain dapat menyebabkan perahu terbalik, gelombang tinggi juga menjadikan ikan sulit terperangkap kedalam jaring.  “Kalau kondisi gelombang seperti ini, bisa-bisa jaring tidak bisa melebar jadi ikanya jarang yang nyangkut,” pungkasnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.