Foto Kenangan Beratnya Gerilya Jenderal Sudirman di Pacitan

Ada beberapa foto Jenderal Besar Sudirman saat ada di Pacitan ketika melakukan perang gerilya, tetapi yang satu ini cukup menarik dan bisa menggambarkan bagaimana beratnya perjuangan saat itu.

Oleh AZ 01 Mar 08:00
image Gerilya Jenderal Sudirman di Pacitan (sumber: BPAD/Repro Tembi)

Halopacitan, Pacitan—Foto ini merupakan salah satu arsip milik Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY. Foto direpro oleh Tembi ketika dipamerkan beberapa waktu silam di Sasana Hinggil Dwi Abad Yogyakarta.

Dalam foto ini memang tidak terlihat wajah Jenderal Sudirman karena berada di dalam tandu yang dipanggul beberapa pejuang, tetapi tergambar jelas bagaimana kondisi dan suasana saat itu.

Berdasarkan keterangan, foto ini diambil di Pacitan pada 8 Juli 1949. Perang gerilya ini dilakukan karena agresi militer Belanda ke-2 yang menduduki Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Yogyakarta. Jenderal Sudirman yang sedang sakit memutuskan untuk memimpin perang gerilya sementara tokoh-tokoh politik seperti Soekarno dan Hatta diasingkan. Sejumlah catatan menyebutkan selama tiga bulan Jenderal Sudirman tinggal dan bergerilya di Pacitan.

Terlihat dalam foto bagaimana para pejuang tersebut dalam kondisi sangat terbatas dalam segalanya. Tampak beberapa gerilyawan bahkan tidak mengenakan sepatu padahal medan yang dilalui saat itu pasti masih sangat berat ditambah dengan wilayah Pacitan yang berbukit-bukit, hutan dan berbatu-batu.

Persenjataan yang terbatas dan kurang memadai, logistik yang kurang, dan segala sesuatunya yang serba terbatas itu ternyata tidak menyurutkan semangat untuk berjuang dan melawan Belanda yang tentu lebih siap dalam segalanya. Bahkan Jenderal Sudirman yang sakit berat sehingga harus ditandu pun tetap memutuskan untuk terus berjuang dan berjuang.

Di Pacitan ini pula Jenderal Sudirman bersama pasukannya sempat terlibat kontak fisik dengan Belanda. Pasukan gerilya melakukan penghadangan terhadap pasukan Belanda sehingga kontak fisik tidak terhindarkan.

Di pihak gerilyawan ada beberapa orang yang gugur. Lokasi pertempuran ini terjadi di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan. Untuk menandi peristiwa ini di tempat ini kemudian didirikan Monumen Tumpak Rinjing.

Ada yang tahu foto ini diambil di daerah mana?

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.