Gula Merah dan Tempe Masih Jadi Ladang Usaha Paling Dominan di Pacitan

Sampai tahun 2016, terdapat sekitar 5.102 usaha gula merah yang mampu menyerap 10.213 tenaga kerja. Sementara produsen tempe mencapai 1.164 usaha

Oleh Editor 11 Dec 21:34
image Usaha gula jawa masih menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar di Pacitan (sumber: Istimewa)

Halopacitan, Pacitan

Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Pacitan belum lama ini membuat kota di ujung selatan propinsi Jawa Timur ini menjadi perhatian jutaan warga Indonesia. Bahkan tagar #banjirpacitan dan #prayforpacitan  sempat menjadi trending topics di ranah media sosial.

Namun di luar cerita bencana, Pacitan adalah kota yang unik dan asyik. Kabupaten dengan populasi lebih dari 552 ribu jiwa ini memiliki segudang obyek wisata nan menarik dan ribuan industri kecil.  

Puluhan pantai eksotik dan ratusan goa banyak dijumpai di Pacitan. Pantai Klayar, Pantai Teleng Ria, Pantai Watu Karung, Goa Gong dan Goa Tabuhan adalah ikon-ikon wisata pantai dan goa di Pacitan.

Sebagai kota kecil, perekonomian Pacitan didominasi oleh usaha kecil.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan tahun 2016 mencatat, total usaha kecil di Pacitan mencapai 11.626 usaha dan menyerap lebih dari 23.201 tenaga kerja.

Selama 5 tahun terakhir, jumlah pelaku usaha dikota ini terus meningkat, dimana pada 2011 jumlah usaha kecil baru sebanyak 10.178 usaha yang menyerap 23.434 tenaga kerja.

Yang menarik, usaha kecil di Pacitan di dominasi oleh dua jenis usaha yaitu bisnis gula merah dan  tempe. Sampai tahun 2016, terdapat sekitar 5.102 usaha gula merah yang mampu menyerap 10.213 tenaga kerja. Sementara produsen tempe mencapai 1.164 usaha dengan serapan tenaga kerja lebih dari 2.200 orang.

Di Pacitan juga terdapat beberapa usaha besar seperti Pabrik Rokok PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera yang menjadi mitra HM Sampoerna. BPS Pacitan mencatat pabrik rokok ini mampu menyerap lebih dari 1,200 orang pekerja.   

Bupati Pacitan Indartato menghampiri seorang pengungsi tanah longsor di desa Mangunharjo

Bupati Pacitan Indartato mengatakan, akibat bencana banjir dan tanah longsor, total kerugian yang dialami masyarakat Pacitan mencapai sekitar Rp 600 miliar. Puluhan kilometer jalan rusak parah dan belasan jembatan penghubung antar desa putus. Ada sekitar 7000 warga yang mengungsi.

Dalam kunjungannya lokasi longsor di desa Mangunharjo, Arjosari Bupati mengatakan saat ini masih terdapat 180 titik rawan longsor di Pacitan. Untuk mengantisipasi bencana longsor susulan, Bupati telah meminta tim geologi untuk memetakan titik-titik aman pada lokasi rawan bencana untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian.

“Pemkab juga menerjunkan para psikolog untuk membantu memulihkan kondisi psikis para korban,” kata bupati Indartato seperti dikutip dari Humas Pacitan (11/12).

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Pacitan, Sabtu (9/11) mengatakan, perbaikan infrastruktur yang rusak akan tuntas akhir bulan ini. “Perbaikan infrastruktur dikerjakan maksimal akhir bulan ini selesai. Jalan yang separuh longsor sudah selesai, rampung,” kata Jokowi saat mengunjungi SMP 1 Arjosari yang rusak parah diterjang banjir bandang 28 November silam.

TS.

 

 

 

img

Ini Anggur? Bukan Ini Sale Pisang, Oleh-Oleh Khas dari Pacitan

Mendengar kata ‘sale’ biasanya orang akan teringat pada makanan yang dibuat dari pisang yang digoreng tipis-tipis dan menjadi makanan khas Jawa Barat, tetapi ada sale yang berbentuk bulat-bulat seperti anggur, dan jika ke Pacitan, maka layak untuk dijadikan oleh-oleh.