Ingat, Susu Kental Manis Itu Produk Gula Tinggi

Susu kental manis kerap diiklankan sebagai produk susu bergizi sehingga kesadaran publik terhadap brand tersebut memiliki persepsi yang berbeda dengan kenyataan. Padahal sebenarnya produk ini mengandung gula tinggi.

Oleh AZ 13 Apr 13:08
image Ilustrasi (sumber: istimewa)

Halopacitan, Jakarta—Ketua Umum Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengatakan banyak masyarakat yang belum paham tentang susu kental manis (SKM) sebagai produk gula tinggi.

"Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak-anak dalam iklannya, padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50 persen bahkan lebih kandungan gulanya," tambah dia.

Salah satu dampak perilaku konsumen, lanjutnya masyarakat umum beranggapan kental manis juga dapat dikonsumsi sebagai susu oleh anak-anak. Padahal dengan mengonsumsi SKM membuat anak mendapatkan asupan gula yang berlebih dan tidak sehat.

Untuk itu, dia mengajak setiap pihak harus mengutamakan peningkatan pengetahuan masyarakat terutama kalangan ibu tentang gizi anak. Pengetahuan yang cukup tentang gizi baik bagi masyarakat yang mendapat terpaan iklan di media yang sering menutupi kenyataan yang ada.

"Sebagian besar informasi yang sampai kepada orang tua dari televisi. Kita tahu, isi tayangan televisi terutama iklan adalah jualan dan promosi produk," kata dia dilaporkan Antara Jumat (12/04/2019).

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah Chairunnisa menyebutkan edukasi sejak dini yang diperlukan untuk menghindari kekeliruan konsumen memanfaatkan suatu produk.

"Pembangunan nasional harus dimulai dari calon ibu yang akan melahirkan generasi masa mendatang. Calon ibu harus sehat dan punya pengetahuan tentang gizi keluarga, jangan sampai anemia," ujar dia.

Chairunnisa mengemukakan PP Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang besar turut berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah ikut serta dalam edukasi bijak mengkonsumsi SKM bersama YAICI. Edukasi akan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia.

img

Bencana 28 November Menyatukan Warga di Perantauan

Tidak ada yang menginginkan bencana, tetapi juga tidak ada yang mampu menolaknya. Ketika keputusan Tuhan datang, yang bisa dilakukan hanyalah menerima dan menjalaninya. Tetapi selalu ada hikmah dari setiap bencana yang datang.