Kelapa Murah Saat Panen Melimpah, Petani Pasrah

Para petani kelapa di Desa Karangrejo,  Kecamatan Arjosari,  Pacitan dibuat pusing dengan harga kelapa yang terus anjlok bahkan hingga hanya menjadi Rp1.500 per bijinya. 

 

Oleh Eko Prasetyo 11 Jan 09:05
image Salah seorang penjual kelapa,  di Desa Karangrejo,  Kecamatan Arjosari,  Pacitan menata kelapa jualannya untuk di kirimnya ke beberapa pengecer. (sumber: Halopacitan/Eko Prasetyo)

Halopacitan,Pacitan— Sejumlah petani kelapa mengatakan harga turun hampir Rp1.000 dari semula Rp2.500. Penurunan drastis harga ini seiring dengan musim panen yang mulai tiba.

 “Saat pohon kelapa mulai banyak buahnya,  harga kelapa di pasaran malah murah banget. Padahal kemarin, sekitar sepasaran yang lalu itu pedagang  mengambil masih Rp. 2.500, tetapi sekarang cuman tinggal Rp1.500 per buah, “ kata Tukimin (55) salah seorang petani kelapa kepada Halopacitan, Kamis (10/01/2019).

Harga tersebut diberikan untuk kelapa sudah dipetik. “Harga Rp1.500 itu pedagang tinggal mengambil saja,  sudah saya petikan. Tapi kalau yang manjat pedagangnnya sendiri, bisa jadi cuman separuhnya saja,” tambahnya.

Petani, tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi ini dan mau tidak mau menjual hasil panennya. “Mau bagaimana lagi daripada enggak laku mending jual saja meski murah,” keluhnya.

Juminah (47) salah seorang pengepul sekaligus pedagang kelapa membenarkan tentang terjadinya penurunan harga kelapa. Dia mengaku menjual kelapa di pasaran dengan mengambil keuntungan sekitar Rp500 hingga Rp1.500 per buah, tergantung ukurannya.

"Kalau ukurannya besar saya jual Rp3.500, kalau sedang Rp3.000, kalau kecil antara Rp2.000 sampai Rp2.500 per biji.  Tetapi kalau dijual ke pengecer paling ambil keuntungan Rp500,"  katanya.

Meski harga turun, sebagai pengepul dia mengatakan keuntungannya tetap saja tidak bertambah karena masih harus dikurangi biaya lainya. "Masih dikurangi  biaya lainya, buat beli bensin untuk mobil pengangkut kelapa,  juga biaya buruh kupas kelapa. Kalau enggak dipetik sama pemiliknya kita juga mesti bayar buruh panjat pohon kelapa," pungkasnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.