Kulot dan Sarkoci Paling Dicari, Toko Baju Pacitan Mulai Diserbu

Sejumlah pusat perbelanjaan di Pacitan mulai diserbu pembeli yang mencari berbagai kebutuhan menjelang Lebaran terutama baju baru.

Oleh Editor 09 Jun 21:40
image Masyarakat mulai menyerbu toko baju di Pacitan (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan—Dalam beberapa hari terakhir, berbagai toko serba ada, toko pakaian hingga pasar tradisional dipadati oleh pengunjung yang akan membeli pakaian untuk lebaran,

"Sejak empat hari lalu sudah mulai ramai pengunjung, dan kebanyakan perempuan. Sebenarnya bukan fashion wanita saja, untuk anak-anak hingga dewasa pun ada," kata kata Eko Suranto Sabtu, (09/06/2018) pemilik toko Pak EKO di jalan KH Ahmad Dahlan Pacitan

Dia mengatakan per hari hingga 50 stel lebih pakaian terjual dan mengenai tren yang banyak diburu saat ini adalah stelan kulot baik anak-anak hingga dewasa. Sementara untuk anak-anak laki-laki yang lagi tren sarkoci atau sarung, koko dan peci.

"Memang lagi tren, banyak dicari pembeli khususnya perempuan, kemudian gamis syari juga lumayan laris, sedangkan untuk jilbab, yang paling laku jilbab segi empat, kalau anak-anak yang lagi trend sarkoci," terangnya

Untuk harga bervareasi rata-rata Rp60.000 sampai Rp200.000 untuk gamis, dan Rp110.000 sampai Rp120.000 untuk stelan.

Ia pun membagikan tips untuk memilih pakaian agar tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang lebih murah. “Lebih baik belanja langsung karena bisa melihat dan memilih sesuai keinginan, terutama kenali bahannya dan jangan terpengaruh pada medsos yang jual online, terkadang media online itu hanya gambarnya saja, dan ada sebagian orang yang kecewa, karena belanja online," pungkasnya

Di pasar tradisional pun juga tak kalah ramainya dengan di toserba maupun pada toko pakaian lainnya, seperti di pasar Arjowinangun salah satunya,

Erni Trisnawati, salah satu pedagang pakaian di Pasar Arjowinangun mengatakan dalam beberapa hari terakhir sudah terlihat mulai ramai pembeli yang mencari pakaian khususnya baju muslim,

''Hari ini lebih ramai dari hari pasaran sebelumnya dan lumayan hampir 30 stel pakaian sudah terjual, rata-rata yang membeli ibu-ibu muda, tapi juga ada yang beli sarimbitan, atau satu stel suami istri dan misal sampai rumah tidak cocok bisa ditukar ganti yang lain," kata Erni.

Erni membenarkan kalau pakaian stelan kulot memang lagi tren dan banyak dicari. “Tapi selain pakaian stelan kulot, pakaian muslim yang model lama juga banyak dicari, karena pembeli pun bukan hanya dari seputaran kota saja, tapi dari beberapa daerah di Pacitan juga, jadi mungkin ini di kota lagi tren, tetapi di daerah lain belum," imbuhnya

Triyani warga Tulakan, salah satu pembeli pakaian baru mengatakan dia sedang menari baju stelan untuk anak-anaknya.

"Ini cari baju muslim yang stelan buat anak dan sudah enam tempat kami datangi, belum ada yang cocok, ada yang cocok tapi ukurannya terlalu kecil, yang ukurannya pas tapi warnanya tidak cocok," keluhnya saat ditemui Halopacitan Sabtu (09/06/2018) saat ditemui di salah satu toko pakaian depan Pasar Arjowinangun.  (Sigit Dedy Wijaya)

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.