Mau Berobat ke RSUD Pacitan? Cukup Daftar melalui WA 081332318080

Sistem pendaftaran online di RSUD Darsono Pacitan berlaku bagi pasien lama. Mayoritas pasien RSUD menggunakan BPJS

Oleh Editor 19 Feb 14:14
image Pelayanan di RSUD Darsono Pacitan. Setiap hari pendaftaran melalui WA baru 10 persen dari total pasien yang berobat (sumber: TS/Halopacitan)

Halopacitan, Pacitan

Beragam cara dilakukan pengelola RSUD Darsono Pacitan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggunakan sistem pendaftaran online melalui aplikasi whatsapp (WA) di nomor 081332318080.

Melalui sistem pendaftaran online pasien tidak perlu repot antri sejak pagi untuk berobat di rumah sakit terbesar di Pacitan ini.

"Pendaftaran melalui aplikasi WA ini khusus bagi pasien lama yang sudah memiliki rekam medik. Untuk pasien baru tetap melalui sistem pendaftaran langsung," jelas Suyatmi, Kepala Seksi Informasi dan Pengaduan RSUD Darsono Pacitan kepada Halopacitan, Senin (18/2).

Sistem pendaftaran pasien secara online ini telah diperkenalkan sejak 5 bulan lalu. Lantaran masih banyak pasien atau keluarga pasien yang belum akrab dengan sistem ini, penggunanya masih terbatas. Karena itu pengelola RSUD Darsono terus melakukan sosialisasi layanan baru ini agar masyarakat mendapatkan manfaat yang optimal. 

"Pendaftaran pasien melalui WA ini baru 10 persen dari total pendaftaran harian di RSUD Darsono. Kami berharap akan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan ini agar lebih efisien," harapnya.

Suyatmi menambahkan, saban hari jumlah pasien yang berobat ke RSUD Pacitan mencapai 300 - 400 orang. Sebagian besar merupakan pasien rawat jalan. Dari jumlah pasien sebanyak itu, sekitar 70 persen sudah menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sementara sisanya melakukan pembayaran secara tunai dan sebagian kecil yang memanfaatkan asuransi mandiri. 

"Peserta BPJS dari kalangan kurang mampu (PBI) sekitar 25 persen dari pasien yang berobat. Kebanyakan pasien adalah peserta BPJS mandiri, khususnya dari kalangan pegawai negeri," tambah Suyatmi.

Agus, seorang pasien dari Pacitan menuturkan, untuk dapat berobat ke dokter yang ditujunya butuh waktu 2-3 jam. Bahkan untuk mendapatkan nomor antrian awal ia mesti berangkat pagi-pagi dari rumahnya. 

"Setelah subuh sudah berangkat untuk ambil nomor antrian. Semakin siang akan makin lama berobatnya. Sekarang pasien di rumah sakit Pacitan makin banyak," ujarnya di RSUD Pacitan.

Agus pun mengaku tidak tahu jika sistem pendaftaran pasien sudah bisa melalui online. "Saya belum tahu dan denger nomor layanannya. Mungkin bisa di tempel di papan informasi desa atau masjid agar masyarakat bisa memanfaatkannya," imbuh pria 37 tahun ini. 

 

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.