Menikmati Tiwul dari Atas Pantai Pacitan

Tak lengkap datang ke Pacitan tanpa menikmati aneka masakan laut dan tiwul sebagai pasangannya. Ini pilihan tempat yang wow di atas pantai Pacitan.

Oleh Editor 19 Dec 11:01
image Aneka masakan laut di warung Gandhos (sumber: N/A)

Halopacitan, Tamperan

Tiwul bagi kebanyakan orang dianggap sebagai makanan kaum miskin. Bahan dasarnya yang berasal dari singkong dinilai tidak punya kadar gizi yang cukup, karena itu tak layak untuk di konsumsi sebagai pengganti beras. 

Di banyak kota, tiwul biasa dijadikan jajanan pasar yang dimakan dengan parutan kelapa dan gula. Harganya pun murah meriah.

Tapi jika Anda datang ke Pacitan, rasanya tidak lengkap jika tidak mencoba makan tiwul dengan cara yang berbeda. Di banyak warung makan, khususnya di sekitar area pantai akan banyak ditemui menu tiwul dengan segala jenis lauk pauk dan sayurannya. Kebanyakan lauk dan sayurannya adalah ikan hasil laut yang masih segar.

Dari sekian banyak warung nasi tiwul khas Pacitan, salah satu yang terkenal adalah warung Gandhos yang berada di daerah Tamperan, diatas pantai Teleng, Pacitan.

Lokasi warung ini cukup strategis. Menghadap ke area pantai dan sangat nyaman. Ada yang lesehan dan ada pula yang menggunakan meja-kursi. Lokasinya yang luas membuat warung Gandhos bisa memuat banyak tamu. 

Dari arah Pacitan kota, warung Gandhos berada di kiri jalan, setelah melewati jalan menuju pantai Teleng dan jembatan Tamperan. Bagi yang dari arah Solo, warung ini di kanan jalan setelah jalan menuju lokasi pelabuhan ikan Tamperan.

Bagaimana dengan makanannya?

Lazimnya banyak warung di pinggir pantai Pacitan, Gandhos menyajikan aneka masakan laut. Ada ikan goreng, bakar, lobster, udang, dan berbagai jenis masakan lainnya. Makanan ini disajikan dengan lalapan dan sambal. Ada sambal bawang, sambal kecap dan lainnya. Yummy banget dan bikin lidah tak tahan untuk segera mencicipnya.

Minuman yang tersedia juga oke. Ada es kelapa muda, es jeruk dan aneka minuman lain yang bisa menghilangkan rasa haus dan pedas setelah makan.

Untuk menikmati aneka makanan, pengunjung cukup memilih menu yang tersaji begitu masuk warung. Selain nasi tiwul, pengunjung juga bisa memilih nasi putih. Tapi hampir sebagian besar pengunjung memesan tiwul yang dicampur nasi putih sebagai menu makanannya.

Pelayanan yang ramah dan cepat membuat rasa nikmat itu cepat datang. Dengan sambal yang pedas dan udara yang panas, khas pantai, makan di warung ini akan membuat keringkat cepat bercucuran.

"Itulah salah satu bukti nikmatnya makan di warung Gandhos mas. Masakannya enak dan rasanya dalem banget. Wuenak lah," tutur Agung, seorang warga Jakarta yang siang itu makan tiwul dan beraneka masakan laut (18/12).

Sebagai perantau Agung bercerita makan di tiwul di pinggir pantai adalah salah satu tujuannya saat pulang ke Pacitan. Apalagi masakah khas Pacitan yang terkenal pedas dan kuah santan yang kental sulit ditemuinya di ibukota.

"Makan di Pacitan itu seperti makan masakan ibu sendiri. Selalu lebih nikmat daripada masakah chef manapun..heheh," ujarnya terkekeh.

Oh ya, sebagai masakan kampung, makan di warung Gandhos tak butuh dompet yang tebal. Agung yang kemarin makan berdua dengan sayur kalakan, satu porsi udang, ikan tuna, lalapan dan es kelapa hanya membayar Rp 56 ribu. 

"Bawa uang 50 ribu untuk berdua sudah dapat menu dan lokasi makan yang wah mas. Ini lebih dari cukup buat kami," kata Hendri, pengunjung lainnya. 

img

Ini Anggur? Bukan Ini Sale Pisang, Oleh-Oleh Khas dari Pacitan

Mendengar kata ‘sale’ biasanya orang akan teringat pada makanan yang dibuat dari pisang yang digoreng tipis-tipis dan menjadi makanan khas Jawa Barat, tetapi ada sale yang berbentuk bulat-bulat seperti anggur, dan jika ke Pacitan, maka layak untuk dijadikan oleh-oleh.