Menundukkan Semut Rangrang, Mendatangkan Uang

Bagi sebagian besar orang, semut rangrang atau semut nyangkrang pasti dihindari. Meski tidak mematikan, gigitan binatang ini lumayan sakit. Terlebih jika badan dikeroyok mereka, pasti menyebalkan, Tetapi bagi Ahmad Fauzi, semut rangrang berarti uang.

 

 

Oleh Editor 01 Feb 13:56
image Paket-paket semut rangrang yang dipelihara Fauzi (sumber: Halopacitan/Pitra Fiatna)

Halopacitan, Pacitan—Warga asal Sragen Jawa Tengah tersebut telah bertahun-tahun berkecimpung di bisnis langka ini. Dia memelihara binatang liar tersebut dengan membuka lokasi usahanya pertama di Sragen Jawa Tengah. Setelah itu dia merambah Lorog Pacitan dan juga di RT01 RW03 Gantung, Kelurahan Pacitan, Kecamatan pacitan.

Sebagian orang yang mencari telur semut atau biasa dikenal sebagai kroto, di sarang semut liar yang ada di pohon-pohon. Biasanya dijual untuk pakan burung. Tetapi cara ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar,

“Hewan ini banyak kita jumpai di pohon-pohon sekitaran kita. Tetapi sekarang kita yang memelihara semut itu,” kata Fauzi saat ditemui di lokasi usahanya Kamis (1/02/2018)

Hanya saja, bibit semut tidak bisa didapat dari koloni liar, harus dibeli dalam bentuk paket ke perusahaan yang menjualnya. Fauzi biasanya membeli dari CV Mitra Sukses Bersama dengan harga satu paket Rp1,5 juta. “Memang membutuhkan modal yang cukup besar,” kata laki-laki berusia 44 tahun tersebut. Terlebih pembelian paket biasanya tidak bisa sedikit, yakni minimal 130 paket baru dilayani. Artinya butuh modal sekitar Rp195 juta untuk bibit saja.

Tetapi hasilnya juga cukup menggiurkan. Setelah 5-6 bulan dipelihara, paket-paket tersebut kembali dibeli oleh perusahaan penjual bibit dengan harga Rp2,25 juta. Nilai keuntungan yang cukup besar.“Saya sudah berkecimpung di semut ini sudah 4 tahun,” lanjut Fauzi.

Penjualannya juga sangat mudah karena akan dibeli oleh perusahaan yang menjual paket semut tadi. “Hasilnya untuk digunakan sebagai bahan pembuatan obat dan kosmetik,” kata Fauzi.

Perawatan semut rangrang juga termasuk mudah, karena tidak harus di awasi setiap saat dan pemberian makannya dilakukan tiga hari sekali.

"Untuk perawatannya tidak sulit. Cukup diberi makan tiga hari sekali dengan dikasih gula pasir dan kadang-kadang di beri jangkrik atau cacing ungker yang biasanya buat makanan burung,” terang Yanto (57) salah satu pekerja yang di peternakan semut Fauzi.

Untuk perawatan lainya hanya pembersihan kotoran pada bak yang berisi air. Semut yang mati akan mengapung di air itu. (Pitra Fiatna)

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.