Ojek Online di Pacitan Masih Sepi Penumpang

Ojek online mulai merambah Pacitan sejak enam bulan terakhir. Tetapi pengguna jasa transportasi dengan media online ini masih cukup sepi.

 

Oleh Editor 07 Apr 15:14
image Ojek online di Pacitan (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan—Satu-satunya ojek online di Pacitan saat ini adalah Grab yang sudah ada sejak sekitar enam bulan terakhir.

Namun sejumlah driver Grab Bike (sebutan ojek motor Grab) di Pacitan mengaku order untuk mereka cukup naik turun. Kadang bisa lima kali sehari, tetapi tidak jarang sama sekali tidak mendapatkan penumpang.

“Enggak mesti perhari narik berapa kali, kadang lima kadan juga tidak dapat penumpang dalam sehari,” kata Wahyu, salah seorang driver ojek Grab. Dia menambahkan sekali order rata-rata ongkosnya Rp4.000.

Purwo Edi, driver yang lain mengatakan sampai saat ini tercatat ada 111 anggota yang tergabung dalam Grab Bike, sedangkan untuk Grab Car antara 7-10 orang.

Sebagian driver mengaku menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan. Purwo misalnya, selain sebagai ojek online dia juga karyawan di salah satu hotel di Pacitan. “Buat tambah-tambah penghasilan, karena kebutuhan semakin hari semakin meningkat," kata laki-laki berusia 51 tahun asal Desa Tambakrejo tersebut.

Hal senada disampaikan Atmoko,(41) warga Kebondalem Kecamatan Tegalombo yang juga bergabung dengan Grab Bike. Namun dia mengakui masyarakat yang menggunakan belum banyak. Dalam sehari kadang dia cuma mendapat tiga order.

Untuk menghindari konflik dengan ojek pangkalan, diberlakukan sejumlah larangan bagi ojek online untuk mengambil penumpang di beberapa tempat seperti terminal bus dan RSUD.

“Sudah ada kesepakatan dilarang ambil penumpang di Terminal Bus Pacitan dan RSUD kalau antar boleh," katanya.  (Sigit Dedy Wijaya)

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.