Pasar Arjosari Dipindah Sementara ke Stadion Citra Mandiri, Kekhawatiran Pedagang Tak Terbukti

Karena ada pembangunan Pasar Arjosari, para pedagang mulai Rabu (10/04/2019) direlokasi di kawasan Stadion Citra Mandiri. Kekhawatiran penjualan akan turun ternyata tidak terbukti.

Oleh Tomi Herlambang 10 Apr 13:55
image Pasar Arjosari sementara dipindah di Stadion Citra Mandiri (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Arjosari—Para pedagang tersebut ditempatkan di halaman parkir dan calon tribun penonton.  Mereka mengaku merasa nyaman karena fasilitas pendukung tersedia dan bersyukur karena apa yang mereka takutkan kehilangan pembeli ternyata tidak terjadi.

Mengambil hari buka di pasaran Kliwon dan sehari sebelumnya menggelar acara doa bersama yang diwadahi dalam paguyuban pedagang pasar Arjosari "Gupari" pasar relokasi terlihat ramai seperti saat masih di pasar lama.

Hal ini diakui oleh Evi, seorang warga Dusun Krajan, Desa Borang yang sehari-hari berjualan daging ayam di Pasar Arjosari mengatakan sebelumnya ia dan banyak pedagang lain merasa bingung terkait mata pencaharian saat mendengar rencana pembangunan Pasar Arjosari.

"Ya sebelum tahu rencana relokasi, saya dan kawan-kawan sempat resah. Namun setelah diberi lokasi berjualan di sini kami merasa tenang, apalagi di stadion fasilitas lumayan lengkap. Ada kamar mandi, musala dan parkir", kata Evi.

Terkait  hasil berjualan, Evi mengatakan bahwa ia bersyukur karena walaupun berpindah tempat rizekinya tidak banyak berubah. " Alhamdulillah, dagangan tinggal sedikit. Lagi pula dagangannya agak saya kurangi, tadinya agak takut juga kalau tidak laku," jawabnya sambil tersenyum.

Suryanto seorang pengunjung pasar dari Desa Temon mengaku meski sudah tahu adanya relokasi pasar Arjosari namun sempat bingung ketika harus mencari cangkul yang hendak dia beli.

"Tadi waktu mencari yang jualan cangkul sempat tolah-toleh, lalu tanya ke salah satu pedagang", kata Suryanto.  Namun menurutnya hal itu sebagai hal yang wajar karena baru hari pertama/

Kepala Desa Arjosari Utomo S.Pd tampak turun langsung untuk memantau situasi hari pertama relokasi. Ia tampak bercakap-cakap dengan beberapa pedagang maupun pengunjung di pasar tersebut.

"Tadi sekadar memberi tahu baik kepada pedagang maupun pengunjung di mana letak tempat parkir, di mana letak kamar mandi dan lain-lain. Juga menampung saran pendapat dan masukan dari siapa saja terkait fasilitas sarana dan prasarana yang ada di sini," ucapnya.

Utomo menyampaikan, dari beberapa dialog tidak ditemukan kendala berarti bahkan rata-rata pedangang bersyukur dan berterima-kasih sudah ditampung. "Hanya ada sedikit keluhan terkait posisi parkir yang kurang nyaman dan kurang jelas, juga kebingungan beberapa pengunjung terkait letak baru para pedagang. Namun menurut saya itu lumrah, namanya juga baru pertama," ucapnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.