Puluhan Ular Teror Desa Ponggok, Tiga Warga Jadi Korban

Warga sejumlah dusun di Desa Pongok Kecamatan Pacitan dalam beberapa hari terakhir dibuat ketakutan karena banyaknya ular yang menyerbu masuk permukiman. Tak ada pilihan lain kecuali membunuh binatang melata tersebut.

Oleh Eko Prasetyo 05 Dec 15:21
image Khawatir dengan serangan ular, warga di Dusun Sugihwaras, Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan menaburkan garam di sekitar rumah. (sumber: Halopacitan/Eko Prasetyo)

Halopacitan, Pacitan—Sejumlah warga mengaku dalam lima hari terakhir saja, setidaknya ada sekitar 35 ekor ular dibunuh warga. Serbuan ular jenis bandotan bedor atau ular tanah tersebut menurut Muhammad Hariyanto, Kepala Desa Pongok dirasakan warga tiga dusun yakni, Sugihwaras, Sumber dan Gamping.

“Lantaran ular-ular tersebut masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kurang lebih ada sekitar 35 ular sudah dibunuh,” katanya kepada Halopacitan, Rabu (05/12/2018).

Tiga orang dilaporkan telah menjadi korban gigitan binatang tersebut. Ketiganya harus dibawa ke RSUD Pacitan untuk mendapatkan penanganan.

 “Kemarin sabtu ada 3 warga. Ibu Siti warga Dusun Sugih Waras, Ibu Bariatin warga Sumber, dan Mbah Sumini dari Gamping,” tambah Hariyanto.

Dia menduga ular tersebut muncul karena pergantian musim, dan dugaan imbas dari Gunung Karang Uni atau yang juga kerap disebut Bokong Semar yang longsor pada bencana tahun lalu. Lantaran dari ketiga dusun tersebut letaknya bersebelahan dengan Gunung Uni. “Kayaknya imbas dari longsor itu. Kalau sebelum longsor enggak ada kejadian seperti ini,” Ungkapnya.

Siti Rohmah (47) salah seorang warga korban gigitan ular, mengatakan dia digigit ular di bagian kakinya, saat keluar pintu rumahnya Sabtu (01/12/2018) lalu.

“Waktu itu sekitar subuh mas, waktu mau ambil air wudlu. Pas melangkah keluar pintu kaki saya digigit,” ungkapnya. Dia menambahkan selama dua hari, tiga malam dia harus menjalani perawatan di RSUD Darsono.

Siti mengaku saat ini masih trauma atas kejadian tersebut. Dia juga melakukan upaya pencegahan, agar ular tidak masuk ke dalam rumahnya, dengan cara menabur garam di sekeliling rumahnya. “Mencegahnya dengan cara tradisional, nabur garam itu keliling rumah. Tetangga saya juga begitu ikut nyebar garam, karena takut digigit juga,” Pungkasnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.