Saatnya Berbagi Air dengan Sesama

Droping air menjadi salah satu solusi sementara untuk mengatasi masalah kekeringan di Pacitan. Mengandalkan pemerintah untuk melakukan hal itu sulit mengingat berbagai keterbatasan. Saatnya untuk berbagi air dengan sesama.

image Komunitas Pacitan Trail Adventures PINTAS melakukan kegiatan bakti sosial dengan pengiriman air bersih ke warga beberapa waktu lalu. (sumber: istimewa/PINTAS)

Halopacitan, Pacitan—Berdasarkan data dari PDAM Pacitan, selain BPBD, banyak relawan yang aktif membantu mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan melalui PDAM. Hingga saat ini tercatat ada 15 komunitas yang melakukan hal itu.

Beberapa di antaranya adlaah PMI (24 rit), PPMI Pacitan (12 rit), Kwarcab (3 rit), Voice One Core (15 rit), Puskesmas Punung (2 rit), Komunitas Panter (6 rit), Komunitas PACE (4 rit), Organisasi Fatayat NU (10 rit).

Kemudian Komunitas Sedekah Kita Ngadirojo (3 rit), Alumni SMPN 1 Pacitan 1992 (2 rit), Bank Jatim (6 rit), Pacitan Aerobik Club (10 rit),  Komunitas Jumat Berbagi Berkah (11 rit), dan Jemaah Ki Abdul Manan Tremas (2 rit).

"Selain komunitas itu, yang beli untuk keperluan pribadi juga lebih banyak. Kalau harga per tangki air 4.000 dan 5.000 liter sama yakni Rp300.000, baik jarak jauh maupun dekat," kata Suyadi, Kabag Hbungan Pelanggan PDAM Pacitan, Rabu (17/10/2018).

Salah satu yang baru-baru ini melakukan bantuan air bersih adalah Komunitas Jeep Adventure Pacitan (JAP) dan Pacitan Trail Adventures (PINTAS) yang didistribusikan ke Dusun Pagergunung. Hujan yang tidak turun selama kurang lebih 7 bulan ini memang membuat daerah tersebut benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kabar kekeringan kami dengar dari berbagai pihak. Kemudian kami mulai membuat peta kebutuhan air bersih dan sesegera mungkin kami kirim tangki air,” ungkap Irfan Hidayat Ketua PINTAS.

Dia mengatakan sebanyak 25 tangki air dikirm ke seluruh Pacitan salah satunya Pagergunung. Agenda ini diakui Irfan sebagai agenda rutin tiap kemarau namun lokasi droping berbeda tergantung tingkat kekeringan. “Kami berharap semoga dapat membantu warga kekeringan serta membantu pemerintah,” harap Irfan mewakili seluruh anggota JAP dan PINTAS.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.