Sudah Klepek-Klepek, Pabrik Rokok Pacitan Bersyukur Cukai Batal Naik

Pembatalan rencana kenaikan cukai rokok oleh pemerintah disambut gembira perusahaan rokok di Pacitan. Mereka mengaku jika cukai naik, usaha mereka terancam kolaps.

Oleh Eko Prasetyo 10 Jan 11:43
image Produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT), PR. Mulya Agung Dusun Barean, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. (sumber: Halopacitan/Eko Prasetyo)

Halopacitan, Pacitan –Wiwit Widarto salah seorang pemilik perusahaan rokok di Kabupaten Pacitan mengatakan kenaikan cukai akan sangat berimbas pada perusahaannya. Apalagi industri rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) miliknya beberapa tahun terakhir mengalami kembang kempis, lantaran mahalnya cukai rokok selama beberapa tahun terakhir.

"Insya Allah kelangsungan produksi rokok bisa semakin lebih baik, jujur saja soalnya kenaikan pita cukai beberapa tahun terakhir membuat industri rokok sekelas milik kami ini klepek-klepek," ucapnya saat ditemui Halopacitan Rabu (09/01/2019).

Dia mengatakan, perusahaan rokok miliknya harus beberapa kali melakukan pengurangan karyawan karena kondisi yang semakin sulit. “Kalau di tahun 2010 lalu ada  100 lebih karyawan produksi, kalau saat ini tinggal 40an saja,” tambahnya.

Tingkat produksi juga mengalami ada penurunan dari rata rata-rata 150.000 batang perhari,  dalam dua tahun ini di bawah 100.000 batang. “Untuk sekarang rata-rata perharinya 60.000 batang,” tambahnya.

Sementara Devi Yuliningrum Kepala Administrasi Pabrik Rokok Mulya Agung mengungkapkan, pita cukai yang batal naik,  belum memberikan dampak yang signifikan. Lantaran pita cukai untuk 2019 belum terbit.

"Terbitnya pita cukai 2019 nanti, masih per 20 januari 2019, dan itu nanti pastinya akan diikuti dengan peraturan-peraturan baru dari pemerintah, jadi itu belum berimbas banyak," katanya.

Selain itu dari perusahaan sendiri lebih, berfokus kepada targetnya, untuk menghabiskan sisa cukai tembakau tahun 2018 ini. Lantaran banyaknya kendala yang dihadapi, termasuk konsumen pasar dan pesaing dari produsen rokok lokal lainya.

“Untuk sementara ini perusahaan kami masih berfokus kepada kejar target produksi dan penjualan untuk menghabiskan cukai 2018. Masalahnya kita bisa ambil cukai sebanyak-banyaknya, tetapi harus dihabiskan dalam waktu setahun. Selama ini prospek pasarnya kurang, masalahnya banyak produsen rokok lainya yang lebih terkenal,” pungkasnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.