Tak Ada Pasir di Pantai Pidakan

Pantai Pidakan, yang terletak di  Dusun Godeg Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika kebanyakan pantai selalu identik dengan pasir, pantai ini justru dipenuhi batu berkerikil.

 

Oleh Sigit Dedy Wijaya 02 Feb 11:54
image Pantai Pidakan dengan hamparan batu kerikil (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Tulakan—Ditunjang akses yang cukup bagus yakni Jalur Lintas Selatan (JLS), Pantai Pidakan sangat mudah untuk dijangkau wisatawan. Bahkan dari jalur JLS hanya berjarak sekitar 150-200 meter dan dari pusat kota hanya berjarak sekitar 21-23 kilometer ke arah timur.

Pantai Pidakan ini satu-satunya pantai yang ada di Pacitan yang tidak berpasi. Sebagai gantinya ada hamparan batu kerikil putih yang bersih yang membentang di sepanjang pantai atau sekitar 300-400 meter.

Pengunjung boleh bermain sepuasnya dengan batu-batu kerikil tersebut termasuk menyusunnya menjadi berbagai bentuk. Anda yang punya hobi rock stacking atau menyusun batu-batu dengan keseimbangan tinggi, bisa sepuasnya berkarya di tempat ini.

Namun, ada larangan keras mengambil atau membawa pulang batu kerikil. Selain itu dilarang berenang di laut dan tentunya untuk tidak membuang sampah sembarang.

"Yang menjadi daya tarik pantai ini ya batu kerikilnya yang bersih, bisa buat terapi jalan kaki," kata Sutarni (35), penjaga loket Pantai Pidakan saat ditemui Halopacitan, Sabtu (02/02/2019).

Pantai Pidakan juga cukup bersih, selain batu kerikil yang menjadi daya tarik tersendiri, beberapa spot selfi, tempat duduk di bibir pantai, ayunan juga disediakan oleh pengelola setempat. Beberapa fasilitas seperti toilet dan musala juga telah ada di pantai tersebut selain tentu saja warung-warung makan.

"Setiap Minggu di sini yang perempuan selalu kerja bakti, mulai jalan masuk sampai ke jalan pantai, dan karang taruna bersihkan yang di pantainya. Kalau warga setiap hari Rabu, satu dusun digilir per RT," ujar Pak Sut, sapaan akrabnya. Pantai Pidakan memang dikelola oleh pemerintah desa setempat.

Menurutnya, pantai ini baru ramai pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur lainnya. Rata-rata pengunjung juga banyak yang dari luar daerah seperti, Trenggalek, Ponorogo, Surakarta, dan daerah lain di sekitarnya.

Retribusi masuk pantai ini cukup murah yakni hanya Rp5.000 per orang. Jika masuk menggunakan kendaraan roda empat pengunjung hanya menambah biaya parkir Rp3.000, tetapi untuk pengungjung menggunakan roda dua hanya membayar tiket masuk dan parkir gratis.

Mesirah (54) warga setempat mengatakan Pantai Pidakan ini memang dari dulunya kerikil. Namun pihaknya juga tidak mengetahui bagaimana asal usulnya. "Cuma kerikilnya itu di sini kadang kecil-kecil merata, kadang sedang kadang juga besar-besar ombak pasang yang menggantinya," ujarnya.

Renita dan Anjar pengunjung asal Madiun yang kebetulan mengunjungi Pantai Pidakan mengatakan cukup terkesan dengan keberadaan pantai ini. Selain batu kerikilnya yang menjadi daya tarik, pemandangan yang ditawarkan juga cukup eksotis.

"Cukup bagus pemandangannya, tempatnya tenang. Sudah dua kali ke sini, tahun baru kemarin sama rombongan, dan hari ini ke sini lagi sama temen," kata Anjar.

img

Hempasan Air Bah dari Gua Purba

Pacitan mengalami fenomena langka ketika dilanda banjr besar pada Rabu 29 November 2017. Hujan tanpa jeda akibat siklon tropis Cempaka telah membuat banyak wilayah terendam.

img

Pantai Teleng Rusak Terkoyak Bencana

Dua hari pasca banjir yang melanda berbagai daerah di Pacitan, sebuah kabar buruk datang dari pantai Teleng Ria. Lokasi tujuan utama wisata pantai di Pacitan ini rusak parah.

img

Menikmati Panorama Kota Pacitan Dari Gunung Lanang

Panorama Kota Pacitan jika dilihat dari ketinggian sangat indah. Salah satu titik point untuk menikmati panorama Kota Pacitan dari atas adalah dari puncak Gunung Lanang yang berada di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung.