Terbukti Efektif Saat Bencana, Tahun Ini Enam Desa di Arjosari Jadi Destana

Sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi bencana, membentuk masyarakat yang selalu waspada dan kapabel dalam menghadapi situasi darurat adalah hal yang sangat penting bagi Pacitan

Oleh Tomi Herlambang 13 Mar 16:38
image Pelatihna desa tanggap bencana (sumber: Halopacitan/Tomi Herlambang)

Halopacitan, Arjosari—Salah satu yang ditempuh adalah dengan menciptakan masyarakat yang tangguh bencana  atau dikenal sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

M. Arief, staf Seksi Bidang Kesiap-siagaan di BPBD Pacitan, sebagai program nasional untuk tahun ini Desa Tangguh Bencana dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Arjosari yaitu Desa Karanggedhe, Karangrejo, Borang, GegeranGembong dan Jatimalang yang dianggarkan dari dana APBD Kabupaten.

Bertujuan untuk antisipasi dan meminimalisasi dampak bencana terutama kerugian nyawa maupun materiil, Destana dimulai dari membangun sifat tenggang rasa dan kepedulian, dari hal itu BPBD berharap masyarakat akan semakin peduli dan waspada terhadap potensi bencana.

Menurut Arief, adanya Destana sangat nyata manfaatnya pada saat rerjadi bencana. "Pada saat bencana November 2017, Desa Sirnoboyo dan Kembang Kecamatan Pacitan yang sesaat sebelumnya mendapatkan pelatihan Destana dan  alhamdulillah, masyarakat bisa meminimalkan dampak. Dan kejadian terakhir bencana 7 Maret kemarin. Walaupun banjir bandang sangat cepat, namun tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil lebih sedikit dibanding sebelumnya terutama di desa-desa yang telah tersentuh program Destana", ujar Arief Rabu (13/03/2019)

Sebagai salah satu desa penerima program Destana, Sekretaris Desa Desa Jatimalang, Samsudin menjelaskan masyarakat Jatimalang sudah cukup terlatih untuk program kebencanaan.

" Jatimalang merupakan Kampung Siaga Bencana yang kontribusinya sudah diakui. KSB Jatisari di Jatimalang selalu terjun dalam setiap bencana yang terjadi, terutama di wilayah Pacitan. Bahkan longsor di Pulung, Ponorogo tahun 2017 kami mengirimkan relawan", kata Samsudin.

"Semoga dengan adanya peningkatan kapasitas Desa Tangguh Bencana di Jatimalang ini, masyarakat semakin paham, peduli dan lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Yang lebih utama, semoga kita semua dijauhkan dari bencana," Jelas Samsudin.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.