Terkait Pelaksanaan Pemilu, Pacitan Masuk Wilayah Kurang Rawan

Berdasarkan pemetaan masalah, Kabupaten Pacitan masuk daerah kategori kurang rawan terkait pelaksanaan Pemilu yang akan digelar April 2019 mendatang. Meski demikian jajaran kepolisian tetap akan melakukan pengamanan secara maksimal.

Oleh Sigit Dedy Wijaya 08 Feb 14:57
image apolres Pacitan AKBP Sugandi, S.I.K.,M. Hum (sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)

Halopacitan, Pacitan—Polres Pacitan akan menerjunkan 582 personil untuk pengamanan pesta demokrasi guna memilih anggota legislatif dan presiden tersebut.

Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, S.I.K.,M. Hum khusus untuk pengamanan 1.971 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Pacitan akan  menggunakan 390 personil atau dua personil Polres 10 TPS ditambah 20 Linmas.

Terkait pemetaan daerah rawan yang ada di Kabupaten Pacitan, pihaknya menegaskan, setelah dilaksanakan survei ke desa-desa, untuk Pacitan sudah ditetapkan atau tergolong sebagai daerah kurang rawan.

"Jadi, kategori TPS itu yang paling baik adalah kurang rawan, kemudian rawan dan sangat rawan. Berdasarkan hasil survey, pendataan, meeting untuk Pacitan kategorinya kurang rawan semua," katanya Jumat (08/02/2019).

Meski dikategorikan kurang rawan, Sugandi mengingatkan bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi, oleh karena itu kerjasama semua pihak desa sangat vital.

Hal ini menurutnya, bisa mendeteksi dini permasalahan-permasalahan atau kerawanan yang terjadi menjelang pemungutan suara atau pada saat kampanye seperti berita hoax, penghinaan dan sebagainya.

"Termasuk perkembangan kerawanan di TPS, kalau mereka menilai ada salah satu TPS sangat rawan, maka saya akan  mengubah pola pengamanan khusus di desa atau di TPS itu, artinya itu masuk dalam kategori rawan bukan kurang rawan sehingga harus diperbanyak polisi dan Linmas-nya," terangnya.

img

Pacitan Bangkit

Banjir besar dan tanah longsor yang menimpa ribuan saudara kita di Pacitan pada 28 November 2017 lalu adalah kesedihan kita bersama. Bagi yang lahir dan hidup di Pacitan saat ini, mungkin inilah bencana terbesar, terdahsyat dan yang terbanyak menimbulkan korban jiwa.