Jumat, 17 April 2020 03:45 WIB
Penulis:SP

Pandemi Virus Corona atau COVID-19 membuat sejumlah daerah menutup kawasan wisata. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19. Namun dibalik kebijakan tersebut ternyata berdampak kurang mengenakkan pada pelaku usaha khususnya untuk mereka yang begerak dibidang biro perjalanan wisata.
Tentunya dengan situasi ini pendapatan mereka mengalami penurunan cukup drastis. Banyak kegiatan yang dibatalkan seperti orderan paket wisata maupun kegiatan outing, fungame outbound dan lainnya.
Dwi Nurcahyo, salah seorang pemilik jasa biro perjalanan wisata di Pacitan ini mengaku, hingga saat ini sudah lebih dari 10 kali order paket wisata yang dibatalkan. Paket wisata yang dibatalkan oleh konsumennya, merupakan paket tour ke beberapa kota di Indonesia.
“Pembatalan jadwal ini sejak pertengahan bulan Maret ini hingga awal bulan April mendatang. Akibatnya saya dan seluruh pelaku wisata tak dapat menghasilkan income perekonomian. Omset kami pun 0 rupiah”, kata Dwi Nurcahyo, Kamis (16/4/2020) pada halopacitan.
Ia menceritakan, biasanya 1 bulan mendapatkan 10 trip bahkan lebih namun semenjak adanya wabah corona, selama bulan Maret hingga April ini tidak ada trip sama sekali, bahkan yang semula sudah deal saja malah cancel.
"Akhirnya banyak dari mereka membatalkan rencana kegiatan. Namun ada juga melakukan reschedule sampai situasinya aman”, ungkapnya.
Lebih lanjut Pemilik biro wisata Mujiati Tour ini pun berharap, wabah virus corona atau COVID-19 ini segera berakhir. Dengan begitu pariwisata kembali normal seperti sedia kala, sehingga pelaku industri pariwisata dapat kembali melakukan aktifitas Pariwisata dan bisa berkontribusi dalam mensupport devisa dari sektor pariwisata Indonesia. Selain itu Ia juga berharap Pemerintah dapat lebih memperhatikan para perlaku wisata dalam keadaan yang seperti ini mengingat banyak pelaku wisata yang menganggur saat ini.
"Mudah-mudahan virus corona ini segera berakhir, saat ini kami juga tetap menghormati keputusan pemerintah untuk menutup objek wisata demi kepentingan masyarakat, namun saya juga berahap agar sedikit banyak pemerintah memperhatikan nasib kami selaku pelaku pariwisata yang saat ini menganggur ," harapnya.
Bagikan