Gara-Gara Manusia Purba, Gadis Pacitan Ini Torehkan Prestasi Nasional

Sabtu, 19 Oktober 2019 07:00 WIB

Penulis:AZ

Aisya Auliya Sudraja
Aisya Auliya Sudraja undefined

Aisya Auliya Sudrajat, siswi SMA N 1 Pacitan menorehkan prestasi nasiobal di bidang pelestarian cagar budaya yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ini bukan prestasi pertama gadis yang biasa dipanggil Echa tersebut. Pada 2018, Ketua Forum Anak Kabupaten Pacitan ini juga menyabet Juara I lomba penulisan “Aku dan Purbakala” yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperingati Hari Purbakala ke-105.

Saat itu Echa menulis tentang manusia purba yang ditemukan di Pacitan yang menurutnya tergolong manusia cerdas sehingga pada zaman purba Pacitan bisa disebut sebagai daerah metropolitan.

Sedangkan pada Tahun 2019 ini Echa meraih juara II  kompetisi #PERCAYA Gerakan PelestarianCagar Budaya untuk kategori leterasi/karya tulis dan berkesempatan untuk hadir dalam salah satu acara di Pekan Kebudayaan Nasional yang dilaksanakan 7-13 Oktober 2019 lalu di Istora Senayan dan Parkir Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.  

Pada kompetisi ini Echa mengangkat tentang keberadaan cagar budaya Song Terus yang berada di Desa Wareng Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

“Untuk mewujudkan Pacitan yang berbudaya maka situs purbakala dan museum harus mampu menjadi wisata edukasi bagi generasi mudanya, sehingga diharapkan pemangku kebijakan tidak hanya memfokuskan pada wisata panorama akan tetapi juga wisata budaya” tutur Echa.

Pada acara Pekan Kebudayaan Nasional yang dilaksanakan tanggal 7-13 Oktober 2019 di Istora Senayan Echa bersama tujuh pemenang lainnya memberikan sharing session terhadap generasi muda yang hadir untuk lebih perduli cagar budaya di daerahnya.

“Cagar Budaya itu bukan hanya candi lho, akan tetapi bangunan yang berumur di atas 50 tahun dan memiliki sejarah termasuk cagar budaya, “ ucap Echa.