Senin, 13 April 2020 18:53 WIB
Penulis:SP

COVID-19 memberikan efek luar biasa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Bulliying atau dalam bentuk alienasi (pengucilan) bahkan penolakan jenazah COVID-19 ramai dilihat di media. Hal ini tentu jangan sampai berkelanjutan. Justru kita harus mensupport siapa pun yang terdampak, termasuk keluarganya.
“Jangan dijauhi orangnya tapi jauhi penyakitnya”, ungkap Rahmad Dwiyanto kepada halopacitan, Senin (13/04/2020).
“COVID-19 ini adalah pandemic atau wabah. COVID-19 bukanlah aib tetapi ini adalah pandemi, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi telah mendunia. Oleh karena itu, saya tekankan agar masyarakat paham yang dijauhi adalah penyakitnya bukan orangnya”, lanjut Rahmad.
“Semua ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Daerah tidak akan mampu sendiri tanpa bantuan dan kerja sama yang baik dari seluruh elemen. Bantu kami dengan selalu memakai masker agar dapat menekan paparan COVID-19. Sekali lagi, ayo sadar memakai masker, karena masker Anda akan menyelamatkan banyak nyawa”, ujar laki-laki yang diberi amanah sebagai juru bicara COVID-19 Pacitan tersebut.
Perlu diketahui, data COVID-19 sampai dengan hari Minggu kemarin (12/04/2020), persebarannya sebagai berikut: ODP (Orang Dalam Pantauan) di Jawa Timur sebanyak 14092 orang, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sejumlah 1383 orang, terkonfirmasi positif COVID-19 sejumlah 386 orang, sembuh 69 orang dan meninggal dunia 29 orang.
Sedangkan data COVID-19 Pacitan per 12 April 2020, positif 1 orang , Orang Sehat Dalam Resiko (ODR) 10.701, selesai dipantau 3.553; Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejumlah 465, selesai dipantau 216; Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 4 orang, selesai dipantau 1orang.
Bagikan