Kalau Sakit, Warga Desa Dadapan Cukup Tunjukkan KTP

Selasa, 26 Februari 2019 14:58 WIB

Penulis:AZ

Kepala Desa Dadapan Ismono
Kepala Desa Dadapan Ismono undefined

Halopacitan, Pringkuku—Program ini diluncurkan pada tahun anggaran 2017-2018 karena keprihatinan Kepala Desa Ismono saat silaturahmi kepada warganya yang sakit dan tidak memeriksakan ke dokter dengan berbagai alasan seperti kelapa atau ternak yang belum terjual hingga jarak yang jauh.

Dengan menggunakan dana desa, akhirnya Ismono menggagas program pelayanan kesehatan dasar gratis bagi warganya. Dengan asumsi setiap hari ada 10 warga yang sakit dikali biaya registrasi Rp5.000 dalam satu tahun hanya menghabiskan kurang dari Rp20 juta.

Pada  tahun 2017 Pemerintah Desa kemudian membuat MoU dengan Puskesmas Candi dan Poskesdes, di mana  biaya pelayanan dasar bagi warga Dadapan ditanggung sepenuhnya oleh Desa. Jadi warga masyarakat Dadapan yang membutuhkan perawatan kesehatan cukup menunjukkan KTP-nya.

"Sebenarnya, biaya periksa ke Puskesmas atau Poskesdes itu sangat murah. Yang susah itu memberikan pengertian kepada masyarakat untuk mau berobat saat sakit. Dibenak masyarakat,  jika sakit kalau periksa itu pasti mahal. Nah, dengan sosialisasi periksa gratis ini lambat laun masyarakat mulai tumbuh kesadarannya untuk pergi berobat saat sakit,"kata Ismono saat ditemui Halopacitan Selasa (26/02/2019).

Tumbuhnya kesadaran masyarakat Dadapan untuk melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan diakui Anita,  salah satu tenaga kesehatan di Poskesdes Desa Dadapan. "Dahulu sebelum ada program itu, kunjungan masyarakat paling sebulan 50 sampai 70 orang. Setelah ada program gratis, kunjungan masyarakat meningkat perbulan sekarang rata-rata 150 sampai 200 orang. Hal ini selain membuktikan tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan, juga mempermudah kami jika ada wabah penyakit yang menyerang," jelas Anita.

Bagi penduduk Dadapan, program gratis ini jelas meringankan dan menggugah kesadaran akan pentingnya sehat.

“Kami  sangat bersyukur, kalo ke Puskesmas sekarang gratis, pusing sedikit kami tidak perlu menunggu parah untuk periksa. Dahulu jika belum seminggu tidak sembuh kami belum periksa,” kata Andi, salah satu warga.