Kelebihan dan Kekurangan MacBook Neo Rp10 Jutaan

Rabu, 11 Maret 2026 11:53 WIB

Penulis:Redaksi Daerah

Editor:Redaksi Daerah

Kelebihan dan Kekurangan MacBook Neo Rp10 Jutaan, Cek Sebelum Beli!
Kelebihan dan Kekurangan MacBook Neo Rp10 Jutaan, Cek Sebelum Beli!

JAKARTA - Selama bertahun-tahun, produk Apple memang sering dianggap sebagai produk dengan harga yang tidak terjangkau. MacBook dengan harga paling rendah biasanya tetap berada di kisaran US$999 atau lebih, angka yang membuat banyak calon pengguna akhirnya beralih ke laptop Windows atau Chromebook.

Namun pada 4 Maret 2026, dalam sebuah acara khusus di New York City, Apple menghadirkan perubahan besar. Perusahaan tersebut memperkenalkan MacBook Neo, laptop terbaru yang menggunakan chip A18 Pro, prosesor yang sebelumnya dikenal lewat iPhone dengan harga mulai dari US$599. Meski harganya murah, Macbook Neo bukan produk diskon atau refurbished, melainkan perangkat baru dari Apple dengan harga yang belum pernah ditawarkan sebelumnya.

Pre-order dibuka 4 Maret 2026, dengan penjualan umum dimulai 11 Maret 2026, pertanyaannya satu, layak beli atau tidak?

Kelebihan dan Kekurangan Apple MacBook Neo

Desain : Warna-Warni yang Tidak Malu-Malu

MacBook Neo hadir dalam empat warna: Silver, Blush (merah muda lembut), Citrus (kuning segar), dan Indigo. Bodinya terbuat dari aluminium daur ulang yang diklaim mencapai 60 persen konten daur ulang berdasarkan beratnya, rekor tertinggi di semua produk Apple.

Tidak seperti MacBook Air yang punya notch kamera, MacBook Neo hadir dengan bezel seragam bergaya iPad, bersih, simetris, tanpa tonjolan di bagian atas layar. Keyboard-nya dicocokkan warnanya dengan bodi, sebuah detail estetik yang menarik.

Bobot? Identik dengan MacBook Air di angka 2,7 pon (sekitar 1,22 kg), dengan perbedaan dimensi yang sangat tipis, praktis untuk dibawa ke kampus atau kafe.

Baca juga : Jejak Berdarah Bull Trap: Sejarah Kelam Penipu Ritel di Bursa

Spesifikasi: Chip iPhone di Tubuh MacBook

Inilah bagian paling menarik sekaligus paling kontroversial dari MacBook Neo. MacBook Neo menggunakan chip Apple A18 Pro dengan CPU 6-core (2 performance, 4 efficiency) dan GPU 5-core, chip yang sama dengan yang mengtenagai iPhone 16 Pro, namun dengan satu GPU core lebih sedikit. Perangkat ini adalah Mac pertama yang menggunakan chip seri-A (bukan seri-M) sejak transisi ke Apple Silicon.

Bagaimana performanya? Benchmark awal dari Digital Trends menunjukkan MacBook Neo mencetak 3.461 poin di single-core dan 8.668 poin di multi-core Geekbench, serta 31.286 poin di Metal untuk grafis. Untuk konteks, MacBook Air M1 mencetak 2.346 di single-core dan 8.342 di multi-core artinya Neo unggul signifikan di single-core, meski M1 masih lebih baik di skor grafis.

Ringkasan spesifikasi lengkapnya:

  • Layar: 13 inci Liquid Retina, resolusi 2408x1506, kecerahan 500 nits, dukungan 1 miliar warna, tanpa notch.
  • Chip: A18 Pro — CPU 6-core, GPU 5-core
  • RAM: 8 GB unified memory, tidak ada opsi upgrade.
  • Storage: 256 GB atau 512 GB SSD
  • Baterai: Hingga 16 jam pemakaian.
  • Kamera: FaceTime HD 1080p, dual microphone dengan beamforming, dual speaker dengan Spatial Audio dan Dolby Atmos.
  • Konektivitas: Dua port USB-C (kiri: USB 3 dengan dukungan DisplayPort 1.4; kanan: USB 2), jack headphone, Wi-Fi 6E, Bluetooth 6.
  • OS: macOS Tahoe

MacBook Neo mulai dari US$599 (sekitar Rp9,7 juta), dibandingkan MacBook Air M5 yang kini dibanderol US$1.099 (sekitar Rp17,8 juta). Selisihnya $500, cukup untuk membeli dua MacBook Neo sekaligus.

Untuk pelajar dan mahasiswa, Apple menawarkan harga pendidikan US$499, menjadikan ini MacBook termurah yang pernah dijual Apple kepada segmen pendidikan.

Dua konfigurasi yang tersedia dengan harga US$599  256 GB, tanpa Touch ID dan US$699, 512 GB, dengan Touch ID. Tidak ada makan siang gratis, bahkan dari Apple. Untuk menekan harga ke $599, ada sejumlah hal yang dipangkas dan penting untuk tahu ini sebelum memutuskan beli, diantaranya sebagai berikut

  • Touch ID tidak ada di model base. Model 256 GB tidak dilengkapi Touch ID; tombol lock menggantikan posisi fingerprint scanner. Ini berarti tidak ada autentikasi sidik jari untuk password, Passkey, maupun Apple Pay, kecuali kamu punya Apple Watch atau iPhone di dekatmu.
  • Keyboard tidak backlit. Tidak ada pencahayaan keyboard, dan tidak ada ambient light sensor. Bagi yang sering bekerja di ruangan gelap, ini akan sangat terasa.
  • Trackpad mekanis, bukan Force Touch. MacBook Neo menggunakan trackpad klik-mekanis biasa, bukan Force Touch yang sensitif tekanan seperti di MacBook Air.
  • Hanya satu port yang berguna penuh. MacBook Neo punya dua port USB-C, tapi hanya port kiri (USB 3) yang mendukung koneksi display eksternal. Port kanan hanya USB 2, cocok untuk mengisi daya perangkat kecil, tapi tidak untuk monitor.
  • Pengisian daya lambat. MacBook Neo hanya mendukung pengisian 20W via USB-C dan tidak mendukung fast charging, tidak seperti semua MacBook lainnya.
  • RAM terkunci di 8 GB. Tidak ada opsi konfigurasi RAM lebih besar. Untuk pekerjaan ringan ini cukup, tapi untuk multitasking berat atau kreasi konten profesional, ini bisa menjadi bottleneck.

Baca juga : Jangan Ketinggalan! Mudik Gratis Kemenhub 2026 Masih Dibuka

Untuk Siapa MacBook Neo Ini?

Analis IDC Jitesh Ubrani memperkirakan MacBook Neo akan paling populer di kalangan mahasiswa dan dewasa muda yang belum punya banyak uang, sementara analis Gartner Autumn Stanish menyebut produk ini bisa memperkuat posisi Apple di ruang kelas, di mana Chromebook selama ini mendominasi.

MacBook Neo secara jelas ditargetkan untuk bersaing dengan pasar Chromebook dan laptop Windows entry-level. Ini adalah laptop yang tepat jika kamu:

  • Pelajar/mahasiswa yang butuh laptop ringan untuk browsing, Google Docs, presentasi, dan Zoom
  • Pengguna Windows atau Chromebook yang ingin pertama kali coba ekosistem macOS tanpa keluar uang besar
  • Pekerja kantoran dengan kebutuhan standar: email, spreadsheet, video call
  • Orang tua yang ingin membelikan laptop anak dengan jaminan ekosistem Apple yang aman dan mudah digunakan
  • Kreator konten kasual yang sesekali edit foto atau video pendek

Sebaliknya, jika kamu butuh storage lebih dari 512 GB, RAM di atas 8 GB, atau dukungan multi-display eksternal, pilih MacBook Air. Dan jika kamu video editor, developer, atau desainer grafis profesional, MacBook Pro adalah jawabannya.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 11 Mar 2026 

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 11 Mar 2026