Selasa, 05 Desember 2017 12:43 WIB
Penulis:AZ

Halopacitan, Argosari -- Kepada ratusan nasabah yang mengambil kredit, BRI akan memberikan perpanjangan waktu pinjaman dan besaran cicilan.
“Bulan ini mungkin banyak nasabah korban banjir tidak bisa membayar cicilannya. BRI akan memberi keringanan mulai perpanjangan tenor hingga garansi tidak membayar angsuran antara 3-6 bulan,” jelas Mantri BRI Cabang Arjosari Winda, kepada Erik Arkan dari halopacitan, Selasa (5/12).
Winda yang ditemui ketika menjemur puluhan dokumen jaminan nasabah yang terendam banjir menambahkan, di BRI Arjosari terdapat sekitar 200an nasabah yang agunannya terendam banjir. Mayoritas nasabah ini merupakan pengusaha kecil seperti pedagang kelontong, bengkel dan pemilik lapak di Pasar Arjosari.
Nilai agunan nasabah tersebut bervariasi. Mulai sekitar Rp25 juta hingga Rp200 juta. “Kami berharap langkah BRI ini dapat meringankan beban nasabah dan mereka dapat bangkit kembali. BRI Arjosari turut prihatin dan siap mendukung nasabah untuk membangun usahanya yang habis diterjang banjir,” tegas Winda.
Wilayah Arjosari termasuk salah satu daerah terparah yang terkena banjir besar 28 November. Pasar Arjosari yang menjadi tempat transaksi dagang terbesar dan menaungi ratusan pedagang terendam hingga 2 meter. Akibatnya semua barang dagangan yang ada di pasar terendam dan tak bisa dijualbelikan lagi.
Sebagai kota kecamatan, Arjosari menjadi titik pertemuan dua sungai besar. Sungai Grindulu di sisi timur dan sungai Tremas disisi barat. Ketika kedua sugai meluap, rumah-rumah wilayah ini terendam 1-2 meter. Akibat banjir juga siswa SD dan SMP 1 Arjosari harus melaksanakan ujian akhir semester di masjid lantaran bangunan sekolahnya hancur dan terendam lumpur hingga selutut orang dewasa.
Bagikan