Sabtu, 02 Februari 2019 14:12 WIB
Penulis:AZ

Halopacitan, Pacitan—Spanduk, poster, hingga baliho masih menjadi pilihan utama para kontestan pemilu baik partai politik, calon anggota legislatif maupun tim pemenangan capres untuk meraup perhatian dan pilihan warga.
Hampir di setiap tempat-tempat strategis di Pacitan sudah dipenuhi dengan berbagai poster dan spanduk yang untuk memasangnya membutuhkan bambu. Hal ini menjadikan permintaan akan tanaman beruas tersebut meningkat dan harganya pun juga naik.
Barino salah satu pemilik depo bambu di daerah Tanjungsari Pacitan mengakui akhir-akhir ini permintaan bambu dari jenis apus meningkat tajam.
“Kebanyakan yang beli untuk pasang spanduk dan umbul-umbul, pembelinya itu para calon legeslatif," ujarnya kepada Halopacitan Sabtu 2 Februari 2019. Barino mengaku pernah mendapat pesanan hingga 5.000 batang bambu lebih dari salah seorang calon legeslatif dapil Pacitan-Pringkuku.
Bahan baku bambu didatangkan dari daerah Tulakan, Bandar dan Arjosari. Untuk satu pohon bambu utuh yang hari-hari biasa dijual Rp9.000 kini bisa mencapai Rp11.000 sampai Rp12.500. Sedangkan untuk bambu belah satu ikat Rp7.000.
Hal yang sama juga diungkapkan Istad, seorang pedagang bambu dari Arjosari. Jika biasanya dia menjual bambu untuk disetor ke pengusaha tusuk sate dan sumpit, satu bulan ini dia memenuhi pesanan dari kontestan pemilu.
"Daripada disetor seluruhnya ke pabrik, sebagian saya jual ke calon-calon anggota Dewan itu, untungnya lebih banyak. Sedangkan yang saya kirim ke pabrik dari jenis bambu yang berbeda,” kata Istad.
Bagikan