Kamis, 11 Februari 2021 05:46 WIB
Penulis:SP

Program Kampus Mengajar diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang terbuka bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Kemendikbud dalam pelaksanaannya, bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Nadiem Anwar Makarim, Mendikbud seperti dilansir oleh Trenasia.com Rabu (10/2/2021) mengungkapkan program ini menjadi bagian dari Kampus Merdeka. Mahasiswa yang berpartisipasi akan membantu pembelajaran para siswa sekolah dasar (SD) di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Tantangan yang kita hadapi sangat besar, khususnya bagi adik-adik kita yang duduk di bangku SD. Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang mahasiswa untuk ikut membantu,” mengutip keterangan tertulis, Rabu, 10 Februari 2021.
Jangka waktu program akan dilaksanakan selama dua belas bulan. Dimana mahasiswa yang terpilih akan mendapat bantuan potongan satu kali Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp2.400.000, bantuan biaya hidup Rp700.000 per bulan, dan konversi SKS sampai dengan 12 SKS.
Sementara itu, Direktur Utama LPDP Rionald Silaban menuturkan prioritas utama bagi mahasiswa yang terpilih berdasarkan letak domisili tempat tinggal dengan SD terkait. Dengan demikian, peserta tidak perlu melakukan mobilisasi antarkota.
“Di sini mahasiswa juga berperan sebagai duta edukasi perubahan perilaku, khususnya dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19,” tuturnya.
Sedangkan bagi para dosen yang terpilih sebagai pembimbing, pemerintah akan memberikan insentif dan sertifikat pascakegiatan.
Pendaftaran Program Kampus Mengajar ini akan dibuka sampai 21 Februari 2021. Kemudian bagi pendaftar yang terpilih, akan mengikuti pembekalan pada 15-21 Maret 2021. Selanjutnya penugasannya sendiri dilakukan mulai 22 Maret hingga 22 Juni 2022.
Bagikan