Kamis, 17 Januari 2019 18:55 WIB
Penulis:AZ

Halopacitan, Pacitan— Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan produksi beras di Pacitan mengalami defisit hingga 6500 ton. Kepala BPS Pacitan, Bagyo Trilaksono, kepada Halopacitan, Kamis (17/01 /2019) mengatakan rendahnya hasil padi yang tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan tersebut dikarenakan kondisi geografis wilayah ini yang sebagian besar bukan lahan pertanian irigasi, melainkan lahan padi gogo yang hanya bisa panen sekali setahun.
Menurutnya produksi beras sebesar 53.875 ton berasal dari potensi luas lahan panen Pacitan 19.987 hektare. “Untuk lahan sawah rata-rata 6,3 ton perhektare dan lahan kering 4,6 ton perhektare. Sementara untuk kebutuhan konsumsi satu keluarga rata-rata 11 kilogram pertahun,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut Pacitan harus mendatangkan beras dari daerah lain untuk mencukupi kebutuhan konsumsinya. Mengutip penjelasan dari Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Pacitan, dia mengatakan beras dari luar daerah yang beredar di pasar di antaranya Rojolele, Tawon dan lainnya. ‘’ Untungnya warga Pacitan masih punya ketela pohon sebagai campuran, ’’ tuturnya.
Data luas sawah dan hasil padi di Pacitan:
Luas Lahan Panen 19.987 hektare
Produksi Gabah 93.787 ton
Produksi beras 58.875 ton
Konsumsi beras 60.375 ton
Defisit beras 6.500 ton
Bagikan