Pembinaan Perpustakaan Belum Bisa Berjalan Maksimal

Jumat, 18 Januari 2019 15:28 WIB

Penulis:AZ

Perpustakaan Kabupaten Pacitan
Perpustakaan Kabupaten Pacitan undefined

Halopacitan, Pacitan—Salah satu kendala yang dihadapi, menurut Munirul Ichwan, Sekretaris Dinas Perpustakaan Pacitan adalah jumlah perpustakaan yang banyak sehingga tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat.

"Ada sekitar 400 lembaga SD, belum SMP, SMA, desa. Jadi, dalam menjalankan pembinaan ini kami skala prioritas mana-mana saja yang harus dibina, tetapi bagi lembaga yang sudah berjalan dengan baik, kita dorong untuk bisa meneruskan apa yang sudah dijalankan," ujarnya, saat ditemui Halopacitan, Jumat (18/01/2019).

Menurutnya, pengelolaan perpustakaan di Pacitan sudah dalam 'Kategori Baik' meskipun masih ada sejumlah  kekurangan yang  harus dibenahi. Ia mengatakan, perpustakaan saat ini memang belum bergaung, karena minat baca dari masyarakat sendiri yang kurang.

"Ini juga menjadi PR kita bersama, bagaimana menumbuhkembangkan minat baca di masyarakat, agar perpustakaan betul-betul menjadi sentra kegiatan masyarakat, sentra untuk mendapat pengetahuan. Bahkan ke depan bisa menjadikan Kabupaten Pacitan menjadi Kabupaten literasi yang masyarakatnya mempunyai life style atau gaya hidup untuk membaca, dan ini tugas kita ke depan," katanya.

Terkait penambahan koleksi buku yang ada di perpustakaan sekolah ataupun desa juga belum bisa maksimal, mengingat saat ini koleksi buku di Dinas Perpustakaan sendiri masih sangat terbatas, meskipun setiap tahun ada pengadaan, namun tidak memadai dengan jumlah lembaga yang dibina.

"Jadi, untuk melakukan pembinaan, pengembangan, kita ada progam peminjaman, bukan menjadi hak milik, misal ada 100 judul buku kita share ke desa atau sekolah A, nanti tiga bulan kemudian kita tarik ganti judul yang baru, dan ini kita geser ke desa atau sekolah B begitu seterusnya, guna mensiasati kekurangan buku," katanya.

Mantan Camat Arjosari ini menjelaskan, karena pengadaan buku tersebut melalui APBD secara otomatis masuk dalam aset. "Pencatatan aset inilah yang harus kita jaga, jangan sampai kita bermaksud baik membantu memberikan buku ke desa atau sekolah, menjadi temuan BPK, lha ini harus seiring berjalan, supaya perpustakaan desa atau sekolah juga bisa berjalan," jelasnya.

Perlu diketahui, pengadaan buku di Dinas Perpustakaan ada dua, yakni buku pengadaan dan buku bantuan atau hibah dari pihak ketiga, seperti dari Perpustakaan Bung Karno Blitar, Tiga Serangkai dan juga Diva Press.

"Kalau buku pengadaan itu untuk koleksi dan referensi di sini, lha yang bantuan ini juga kita bantukan ke lembaga-lembaga perpustakaan desa, sekolah, kelompok dan lainnya, dengan syarat mengajukan proposal," ujar Joko Wahyudi, Kasi Layanan Dinas Perpustakaan, saat ditemui Halopacitan di ruang berbeda.

Joko menyebut, di tahun 2018 jumlah koleksi buku 29.192 eksemplar. "Tapi data ter entry sebanyak 17.010 eksemplar, dan rencana akhir bulan ini akan kami hitung lagi ada berapa jumlahnya," imbuhnya singkat.