PMII Pacitan Tuntut Pemkab Sempurnakan Normalisasi Kanal

Rabu, 12 Desember 2018 18:11 WIB

Penulis:AZ

Bupati Pacitan Indartato menemui massa anggota PMII Cabang Pacitan yang menggelar aksi
Bupati Pacitan Indartato menemui massa anggota PMII Cabang Pacitan yang menggelar aksi undefined

Halopacitan, Pacitan –Puluhan mahasiswa tersebut awalnya menggelar aksi di depan pintu gerbang Pendapa Kabupaten . Mereka meminta Bupati Indartato menandatangani surat kesepakatan tentang kelanjutan normalisasi kanal yang tertutup sedimentasi sisa banjir tahun kemarin. Pasalnya jika hal itu tidak dilakukan maka memunculkan risiko banjir.

Ketua Umum PMII Cabang Pacitan, Rojihan menilai pemerintah tidak maksimal dalam melakukan normalisasi kanal di sekitar Penceng. Lantaran masih ada beberapa sisa-sisa sedimen belum terkeruk saat dilakukan pengerukan sedimentasi beberapa waktu lalu.

 “Ini harus benar-benar direalisasikan, masalahnya hujan kemarin saja sudah menimbulkan luapan air sungai di beberapa wilayah Pacitan,” katanya.

Kesepakatan yang diajukan PMII  selain normalisasi aliran air di sekitaran Penceng dan beberapa titik lainnya juga memberikan kepastian normalisasi aliran air yang semakin hari semakin dangkal. Selain itu mereka juga menuntut tata kelola yang lebih baik serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

 “Surat Kesepakatan ini telah ditandatangani Bupati, Kepala Dinas PUPR, dan saya sendiri sebagai perwakilan dari PMII. Namun dari Ketua DPRD Pacitan belum menandatangani karena sedang ada tugas di luar kota katanya,” ungkapnya.

Bupati Indartato mengaku mengapresiasi dengan apa yang disampaikan para mahassiwa dan mengatakan apa yang tercantum dalam surat kesepakatan itu memang sudah wewenang dan kewajiban Pemerintah Kabupaten.

“Karena itu sudah tugas kita dan ini tinggal penyepurnaan. Kami sangat mengapresiasi adik-adik ini. Karena tuntutan yang diajukan tadi, bagus dan bermanfaat demi kebaikan bersama,” kata Indartato.

Sedangkan Budiono Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pacitan menambahkan pihaknya akan bekerja cepat.

 “Kemarin kan alat-alat berat kami masih digunakan untuk mengatasi bencana banjir dan tanah longsor jadi ya masih menunggu. Sedimentasi yang dimaksud mahasiswa tadi itu, sisa banjir tahun lalu, karena tanggul bengkal jebol waktu banjir tahun kemarin,” pungkasnya.