Kamis, 07 Februari 2019 19:38 WIB
Penulis:AZ

Halopacitan, Pacitan—Beberapa warga setempat mengatakan, abrasi sungai terjadi bencana banjir November 2017 lalu dan terus terjadi hingga sekarang. Banyak tanah warga yang sudah menjadi sungai.
Bahkan, gerusan air Sungai Grindulu membuat jalan di dusun tersebut terputus. "Belum ada dua minggu putusnya, Ketika saya ya di sini [ladang] tiba-tiba ada suara ‘bregg’, tahu-tahu pas saya lihat sudah ambrol," kata Basrowi (55), warga di RT 04/RW 01, Dusun Ngawen Kamis (07/02/2019).
Menurutnya, setiap terjadi banjir tebing sungai masih sering ambrol. Masyarakat sudah berupaya untuk melakukan normalisasi sungai, namun upaya itu belum berhasil.
"Setelah banjir 2017 lalu warga sini membuat patok di sungai, dan patungan undang alat berat untuk normalisasi, tapi pengerukannya masih kurang maksimal. Tanah warga yang hilang [jadi sungai] itu sekitar 27 pipil pajak [petak] ada," ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, juga pernah dilakukan survei oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, akan tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
Wiwid, warga lainnya berharap segera ada tindakan untuk mengatasi masalah ini. “Kalau dibiarkan, lama-lama rumah warga bisa kena dampaknya, semoga bisa segera ada penanganan,” ujarnya.
Bagikan