Sekolah di Punung Pacitan, Urung Lanjutkan KBM Tatap Muka

Senin, 24 Agustus 2020 17:35 WIB

Penulis:SP

SMAN Punung Kembali Ditutup Pascasehari Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
SMAN Punung Kembali Ditutup Pascasehari Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka undefined

Setelah taggal 18 Agustus kemarin sebagai lokasi uji coba pembelajaran tatap muka, SMAN Punung kembali ditutup dalam batas waktu yang belum bisa ditentukan karena tanggal 19 Agustus tercatat 3 warga Punung dinyatakan positif COVID-19, dan menjadikan Punung masuk zona merah.

Nota Dinas bernomor  421.3/1334/101.6.20/2020 yang ditandatangani oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Sindhu Widyabadra, S.E., M.A., berisi uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN Punung dihentikan atau ditiadakan mulai tanggal 20 Agustus sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut setelah mendapatkan laporan update Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pacitan tanggal 19 Agustus 2020.

Hal tersebut dibenarkan oleh Rahmad Dwiyanto, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan saat dikonfirmasi halopacitan, Senin (24/08/2020).

“Terpakasa uji coba di SMAN Punung dihentikan karena bertambahnya jumlah pasien COVID dari Kecamatan Punung tanggal 19 kemarin. Kami harus melakukan ini karena Kecamatan Punung menjadi zona merah”.

“Untuk SMK Kebonagung tetap melaksanakan pembelajaran, namun jumlah anak yang boleh tatap muka hanya 25%, mengingat Pacitan saat ini termasuk dalam zona orange”, ujarnya.

Saat dikonfirmasi apakah setelah ini nanti akan diikuti sekolah-sekolah lain dibuka, Rahmad membenarkan namun dengan syarat zona Pacitan hijau atau kuning. Bila belum, maka akan dilakukan evaluasi lebih lanjut karena sesuai SE Guburnur Jawa Timur yang boleh melakukan pembelajaran adalah wilayah dengan zona hijau, kuning dan orange. Kami di daerah pun terus menyesuaikan, yaitu untuk daerah atau kecamatan zona merah kami urungkan KBM tatap muka.

“Tidak bosan-bosannya saya menitipkan pesan melalui berbagai media, agar kita memerangi COVID ini secara bersama-sama. Prinsip 3 M tolong selalu diterapkan karena itu salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19”.

“Mencuci tangan setelah beraktivitas apa pun, memakai masker, dan menjauhi kerumunan. Bila ketiga hal tersebut disiplin dilakukan oleh masyarakat insyaallah virus corona akan segera dapat diputus mata rantainya. Demikian juga dengan sikap jujur dan sportif harus dimiliki oleh masyarakat Pacitan, sehingga alur penyebaran COVID-19 akan terdeteksi dan sesegera mungkin diputus mata rantainya”, pungkas Rahmad.