UMKM
Kamis, 16 April 2026 16:17 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

LOMBOK - Di balik sisi lembutnya, perempuan memiliki kekuatan besar untuk tumbuh dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar. Hal ini tergambar jelas pada sosok Sri Malasarin, seorang tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI yang bertugas di Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Bagi perempuan yang akrab disapa Mala ini, perannya bukan sekadar pekerjaan. Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari roda penggerak ekonomi masyarakat desa. Ketekunan dan keuletannya selama bertahun-tahun telah membantu banyak pelaku usaha mikro, terutama petani, untuk mendapatkan akses pembiayaan serta pendampingan dalam mengembangkan usaha mereka.
Mala membagikan kisah awal perjalanan kariernya hingga menjadi Mantri BRI seperti sekarang. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Pertanian Agribisnis, ia sempat bekerja di sektor keuangan sebelum akhirnya bergabung sebagai frontliner di BRI pada tahun 2012.
BACA JUGA: Kisah Nia Anggraini, Perempuan Bangkit Bersama PNM Mekaar dan BRI
Dua tahun berselang, tepatnya pada 2014, Mala mengikuti rekrutmen internal di bidang marketing dan berhasil terpilih menjadi Mantri BRI. Peran baru ini membuka banyak pengalaman baru sekaligus tantangan dalam melayani masyarakat secara langsung.
Sebagai Mantri BRI, Mala menyadari bahwa kunci utama dalam menjalankan tugasnya adalah membangun hubungan yang baik dengan nasabah. Setiap hari ia berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat yang berbeda-beda.
“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik. Kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan,” ungkap Mala.
Saat ini, Mala membina nasabah di sekitar tiga desa di wilayah Mujur, Praya Timur. Mayoritas dari para nasabah merupakan petani yang membutuhkan dukungan modal untuk menjalankan usaha pertanian.
Melalui perannya, Mala membantu mereka memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Tidak hanya memberikan pinjaman, ia juga turut memberikan arahan agar pengelolaan keuangan mereka tetap sehat.
“Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor. Setelah panen, kami arahkan ke investasi. Jadi, meski utamanya pinjaman, kami juga menawarkan produk lain yang sesuai kebutuhan nasabah,” lanjutnya.
Menariknya, peran Mala tidak berhenti pada akses keuangan saja. Ia juga sering menjadi penghubung antara para petani dengan pelaku usaha lain yang dapat membantu proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang mungkin punya penggilingan, atau ke tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasarannya. Ada juga di sini BRILink Agen yang jualan pupuk dan obat, saya bantu distribusinya ke petani-petani yang membutuhkan. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” tutur Mala.
Selama lebih dari 11 tahun menjalankan peran sebagai Mantri BRI, Mala mengaku merasa bangga dengan profesi yang dijalaninya. Baginya, kebahagiaan terbesar bukan hanya dari kesejahteraan sebagai karyawan, tetapi juga melihat perkembangan para nasabah yang ia dampingi.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah kedekatan emosional dengan nasabah, yang membuatnya merasa disayangi. Hal ini terlihat ketika para nasabah mengaku kehilangan ketika ia hendak pindah tugas, sekaligus menegaskan pandangannya bahwa peran Mantri BRI sebagai ujung tombak perekonomian mikro sangat penting dalam mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar tujuan keuangan tercapai dan roda ekonomi terus berputar.
“Rasanya senang dan bangga sekali melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin sedikit omzetnya, lama-kelamaan jadi besar omzetnya. Dari yang sedikit asetnya, jadi punya mobil, punya rumah. Kita sebagai Mantri sangat senang sekali melihat keberhasilan seperti itu,” imbuh Mala.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan peran Mantri BRI seperti yang ditunjukkan oleh Mala merupakan bukti nyata bahwa di BRI, perempuan memiliki kapasitas dan kontribusi yang sangat besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Akhmad.
Tulisan ini telah tayang di halojatim.com oleh Redaksi pada 16 Apr 2026
Bagikan