Sabtu, 24 Februari 2018 17:50 WIB
Penulis:AZ

Halopacitan, Pacitan— Sukiran atau akrab di panggil Pak Ran merupakan salah satu penggagas yang mengenalkan tahu tuna sebagai salah satu oleh-oleh khas Pacitan. Wajar jika sekarang dia menjadi pengusaha tahu tuna terbesar di Pacitan. Tokonya di jalan WR.Supratman, Kelurahan Sidoharjo Pacitan menjadi salah satu jujugan bagi para pembeli.
Seperti namanya, tahu ini menggunakan bahan dari ikan tuna sebagai isinya. Sebagai wilayah yang terletak di pesisir selatan, ikan tuna memang cukup mudah untuk didapatkan.
"Usaha ini dirintis awal 2007 ketika Pak awalnya jualan ikan segar di pasar Minulyo, sebelum jualan tahu tuna pak Ran juga jualan bakso tuna, dan pada tahun 2009 ada seseorang yang mengisnpirasi untuk membuat tahu tuna,” kata Widad Mardika, bagian marketing di Tahu Tuna Pak Ran Sabtu (24/02/2018). Seiring berjalannya waktu, ternyata banyak yang suka dengan tahu tuna buatan Pak Ran.
Namun berbagai kendala masih dihadapi sekarang ini. Salah satunya dalam upaya pemasaran ke luar kota yang terhambat masalah armada. Meski belum banyak, setiap hari 100-300 bungkus dikirim keluar kota. “Untuk pengiriman kami hanya mengandalkan teman-teman dari travel dan bis,” katanya.
Hal ini menjadikan pengiriman hanya bisa dilayani ketika ada jalur travel dan bis yang menuju kota tersebut. Sementara pengiriman ke luar Jawa justru dihentikan karena masalah tingginya biaya. “Pengiriman ke luar pulau akhir-akhir ini dihitung gak nutup biaya operasionalnya, jadi dihentikan."
Usaha ini mengalami situasi berat pada 2017, ketika mengalami penurunan produksi cukup tinggi. Jika pada 2016 mereka bisa memproduksi 2.000 bungkus, pada 2017 hanya menjadi 1.500 per harinya. Sementara pada 2018 ini pihaknya terpaksa menaikkan harga dari Rp7.000 menjadi Rp7.500 per bungkusnya.
Seorang pembeli tahun tuna di toko Pak Ran Sabtu (24/02/2018) (Sumber: Halopacitan/Sigit Dedy Wijaya)
Lilis Suryani, warga Klaten Jawa Tengah yang sedang berada di Pacitan menggunakan kesempatan tersebut untuk membeli makanan khas ini sebagai oleh-oleh.
“Bukan hari ini saja saya beli dan bawa tahu tuna ke Klaten, yang jelas setiap ke Pacitan saya pasti mampir ke Pak Ran, soalnya tetangga saya selalu titip tahu tuna, bahkan malah sering tanya kapan ke Pacitan lagi,"katanya. (Sigit Dedy Wijaya).
Bagikan