Ada Ibu Muda Pacitan di Balik Sukses Sinetron Cahaya Terindah
Sinetron Cahaya Terindah dinobatkan menjadi Sinetron Tersilet 2019 pada momen pamungkas Silet Award 2019 Jumat (25/10/2019). Siapa sangka ada peran seorang ibu muda asal Pacitan di balik kesuksesan sinetron ini.
Penghargaan tertinggi diajang Silet Award diberikan pada sinetron paling favorit di hati pemirsa RCTI. Cahaya Terindah mengalahkan sinetron Cinta Yang Hilang, Dunia Terbalik, Rindu Tanpa Cinta, dan Tukang Ojek Pengkolan.
Kisah cinta dan keluarga yang rumit membuat penonton semakin penasaran tentang kelanjutan ceritanya sehingga sinetron ini selalu ditunggu pemirsa.
Kesuksesan sinetron ini tentunya tidak terlepas dari tim kreatif yang mendukungnya. Salah satunya ada nama Yulia Ang dari Kota Pacitan. “Saya ikut sebagai tim penulis dalam sinetron Cahaya Terindah, ide cerita dan alur dari produser dan saya sebagai penulis mengembangkan atau co-writernya” ucap Yulia Ang kepada Halopacitan Jumat (25/10/2019).
Sinetron Cahaya Terindah saat ini sudah mencapai 162 episode. “Saya bersama dua penulis lainnya harus siap untuk menulis setiap hari karena kejar tayang, biasanya dari 30 scene yang harus dikerjakan masing-masing mendapatkan 10 scene, komunikasi antara sesama penulis dilakukan untuk menyamakan panggilan, dialog sehingga cerita dapat terjaga dengan baik, kita harus profesional karena dituntut setiap hari jadi,” kata Yulia Ang.
Wanita kelahiran 1989 yang bernama asli Angga Yulianita ini tinggal di Kelurahan Baleharjo Pacitan. Ibu satu anak ini sangat menikmati dunianya sebagai co-writer skenario sinetron. Dari kegiatan menulis ini sudah membuahkan hasil yang bisa dinikmati keluarga.“Alhamdulillah saya sudah menikmati hasilnya, rata-rata skenario satu episode dihargai Rp2 juta-Rp3 juta” ucapnya.
