Air Pun Mengerti, Manusia Berpikir Positif atau Negatif

Halo Pendidikan 6 Mar 2020, By Rahmat DS
Air Pun Mengerti, Manusia Berpikir Positif atau Negatif (halopacitan/istimewa)

Air memberikan respons, tergantung energi yang kita berikan. Bila kata-kata indah yang kita berikan maka kristal indah pula yang kita terima, demikian sebaliknya.

Tipikal air ditulis secara gamblang dalam buku The True Power of Water yang ditulis oleh Masaru Emoto, seorang peneliti berkebangsaan Jepang yang menyimpulkan bahwa air itu hidup dan dapat merespons apa yang disampaikan manusia padanya. Hal mendasar yang sebenarnya ingin disampaikan adalah bersyukurlah atas apa yang telah kita terima dalam hidup, selalu berpikiran positif dan menghindari berpikir negatif. Berpikir positif akan membuat kita menjadi sehat dan dapat membantu kita menjalani hidup dengan baik dan tenang. Karena apa yang kita pikirkan, maka itulah yang akan kita dapatkan. Melalui buku inipun kita dapat mempelajari kehidupan unik dari air, dan hal ini dapat memperbaiki kesehatan hidup kita.

Sebagian besar konstruksi tubuh manusia terdiri atas air. Masaru Emoto berpendapat, bahwa otak kita yang digunakan untuk berpikir ini mengandung 74,5% air. Manusia adalah air karena itu manusia juga bisa merespons perilaku yang diberikan air kepada manusia. Air-air di dunia ini menurun kualitasnya juga akibat perilaku manusia yang melampaui batas.

Buku ini sangat menarik isinya, walaupun sudah trebit sekitar 14 tahun yang lalu. Buku ini tetap enak dibaca dan tidak lekang oleh waktu. Bagian pertama buku tersebut, Masaru Emoto menceritakan bagaimana awal penelitiannya tentang rahasia air dimulai. Beliau menjelaskan proses penelitiannya secara jelas, mulai dari bagaimana ia berusaha membuktikan bahwa air memiliki kristal-kristal sendiri hingga akhirnya ia mengetahui air mampu memahami kata-kata yang diucapkan oleh manusia. Buku ini adalah buku yang berbasiskan fakta atau data-data yang nyata, karena buku ini disusun setelah melalui proses penelitian yang panjang.

Masaru emoto meyakini bahwa pada masa yang akan datang ia yakin bahwa konsep energi Hado (Hikmah Air Dalam Olah Jiwa) menarik perhatian masyarakat. Dibalik unsur-unsur propaganda yang disampaikan di atas, kita dapat mengetahui tujuan sebenarnya dari penulis yaitu untuk berbagi informasi tentang kehidupan air dan untuk memberi pencerahan kepada para pembaca bahwa air yang ada di dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh pikiran. Suasana hati penulis terlihat senang/bahagia, hal ini karena penelitian yang dilakukannya berhasil dan membuahkan hasil, sehingga orang-orang bisa mengambil manfaatnya.

Buku ini mendorong agar manusia percaya akan kristal air, bahwa kristal itu akan baik (indah) jika diberikan informasi yang baik pula. Tubuh manusia didominasi oleh air, oleh karenanya tubuh harus selalu diberikan energi positif agar yang terekam selalu hal-hal baik dan akan membentuk kristal-kristal yang indah. Pesan lain yang juga bisa ditangkap adalah bahwa kita tidak dapat hidup tanpa air, selain udara dan makanan tentunya. Air membawa gelombang yang berfungsi sebagai sumber energi. Air akan sangat bermanfaat jika digunakan secara bijak. Air akan memiliki kristal yang indah (baik) jika diberi informasi yang baik, begitu pula sebaliknya, akan menghasilkan kristal yang buruk jika diberi informasi yang tidak menyenangkan.

undefined

SP