Angka Kesembuhan COVID-19 Pacitan Naik Menjadi 80,3%
Kabar gembira naiknya angka kesembuhan COVID-19 Pacitan disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan, Rahmad Dwiyanto, dan riliesnya hari ini, Jumat (07/08/2020). Kendati demikian masyarakat harus terus waspada karena jumlah penambahan COVID-19 di Pacitan pun masih terus bertambah.
Dalam kesempatan tersebut Rahmat Dwiyanto, mewakili Satgas menyampaikan, “Mewakili Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan menyampaikan permohonan maaf karena sampai dengan saat ini gugus tugas belum berhasil menghentikan laju pertambahan COVID-19 yang ada di Pacitan. Sampai hari ini masih terjadi penambahan kasus COVID-19. Pada siang hari ini ada tambahan 4 yang terkonformasi COVId-19”, ujarnya.
“Empat orang terkonfirmasi tersebut, dua orang dari kluster Sudimoro dan 2 orang kluster lain-lain (pendatang) dari Sidoharjo JawaTimur. Kasus kluster lain-lain berasal dari Wonodadi Kulon Kecamatan Ngadirojo, berjenis kelamin perempuan berusia 34 tahun yang bersangkutan ada riwayat datang dari Sidioharjo. Sedangkan 1 orang lagi beralamatkan di Karang Tanjung Sidoharjo, namun tempat tiggalnya sekarang di Kecamatan Ngadirojo, keduanya ada riwayat dari luar kota”, tegas Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Pacitan tersebut
Lebih lanjut Rahmad menyampaikan,”Yang 2 lagi merupakan pengembangan dari pasien nomor 56 kluster Sudimoro yang berasal dari kecamatan Pacitan. Yang bersangkutan berjenis kelamin perempuan usia 54 tahun, satu lagi laki-laki usia 4 tahun beralamatkan di Arjowinangun Pacitan”.
“Dengan adanya penambahan 4 ini total kasus COVID confirm Pacitan mencapai 62 orang. Namun, kita juga patut bersyukur bahwasanuya hari ini angka kesembuhan kita juga naik, yaitu bertambah 4 orang. Sehingga sampai saat ini yang dinyatakan sembuh berjumlah 50 orang naik dari hari kemarin 79,3% dan saat ini menjadi 80,3%”.
“Masyarakat Pacitan harus tetap waspada. Masyarakat harus (1) jujur sehingga gugus akan bisa mentrasing siapa yang tercakup dalam kontak erat ; (2) sadar, masyarakat secara sadar hidup berdampingan dengan corona, sehingga mau tidak mau masyarakat harus mau menuju AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru); (3) Disiplin, jalankan protokol kesehatan, yaitu 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitasapa pun, dan menjaga jarak. Vaksin sampai saat ini belum ditemukan. Vaksin paling tepat adalah disiplin. Insyaalah kita akan aman dari COVID-19 sehingga kita akan bisa mengendalikan. Harapanya masyarakat akan bisa lebih leluasa bergerak dibandingkan saat ini”, pungkas Rahmad.
