ASI, Hak Setiap Anak yang Wajib Terpenuhi

Halo Sehat 13 Agt 2020, By Rahmat DS
ASI, Hak Setiap Anak yang Wajib Terpenuhi (halopacitan/istimewa)

Setiap anak yang lahir ke dunia pasti mengandung konsekuensi terkait hak dan kelak pula dengan kewajiban. Salah satu hak anak yang wajib dipenuhi orang tua adalah dengan memberikan air susu ibu (ASI).

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto menyampaikan, “Pemberian ASI  bagi bayi merupakan hak asasi yang harus dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat serta pemerintah. ASI merupakan kebutuhan dasar seorang bayi untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya," ujarnya.

Perlu diketahui terdapat kandungan luar biasa di dalam Air Susu Ibu (ASI). Dilansir dari alodokter.com, ASI terdiri dari perpaduan sempurna lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi. Kandungan dalam ASI juga lebih mudah dicerna dan diserap dibandingkan susu formula ataupun susu sapi. Oleh karena itu, ASI dipercaya menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi.

Kandungan ASI terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim. Dilihat dari kandungannya yang sarat nutrisi penting, ASI disebut-sebut dapat mengurangi risiko bayi terkena penyakit tertentu, seperti diare, ISPA , pneumonia, asma, obesitas, dan diabetes.

Kebijakan tentang ASI eksklusif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, tepatnya pasal 129 yang menyebutkan pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif.

Pemberian ASI eksklusif diatur pula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 dan telah ditetapkan turunan peraturan pemerintah tersebut menjadi Peraturan Menteri Kesehatan.

Dalam kegiatanwebinar peringatan penyelanggaraan Pekan Menyusui Sedunia yang dipantau di Jakarta, Rabu (12/8/2020), dilansir dari timesjatim.com, menteri kesehatan menyampaikan, “Meningkatkan praktik menyusui dapat menyelamatkan lebih dari 820 ribu nyawa bayi setiap tahunnya. Selanjutnya kebaikan dari praktik menyusui dapat menurunkan angka kematian akibat infeksi sebanyak 88 persen pada bayi usia kurang dari tiga bulan.

undefined

SP