Bupati Pacitan: Saya Wanti-wanti, Hati-hati Kelola Uang Bencana
Bupati Pacitan, Dr. Indartato,M.M., yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 Pacitan, mewanti-wanti sejumlah pihak untuk berhati-hati dalam mengelola uang bencana.Hal tersebut disampaikan Indartato di depan awak media dan sejumlah pejabat di Kabupaten Pacitan, hari ini, Jumat (17/04/2020).
Bupati Indartato mengatakan “Saya wanti-wanti, uang bencana jangan sampai kalong (berkurang) untuk petugas kecuali kalau memang ada haknya. Mengapa saya katakan seperti ini, kokehaan dosa (kebanyakan dosa), keterbukaan ini perlu. Teman-teman media sebagai pilar keempat sekaligus pengontrol, uang yang dipakai untuk COVID-19 ini jangan sampai keliru dan harus dimanfaatkan benar-benar untuk penanganan COVID-19”, tuturnya.
Lebih lanjut Indartato mengatakan “Secara nasional kedaruratan COVID-19 berlangsung sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Berdasarkan Keputusan Presiden nomor 12 tahun 2020, Indonesia dinyatakan kedaruratan kesehatan kaitaannya dengan COVID-19. Tugas pemerintah daerah sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri, nomor 20 tahun 2020, tugasnya ada dua, yaitu: (1) mengantisipasi dengan sosialisasi, edukasi, dan mitigasi; (2) percepatan penanggulangan COVID 19: surveilens, pelacakan khusus, perawatan dan pengobatan. (3) Rehabilitasi: yang kena musibah, yang kena virus dan aspek sosial, stigma sosial. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Indartato juga menyampaikan, “Gugus Kerja Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan membuat panduan buku, bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini sampai dengan pemakaman. Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi sampai ke sana”.
“Mudah-mudahan COVID-19 ini dampak di Pacitan semakin hari semakin berkurang. Dampak yang harus diantisipasi adalah dampak ekonomi. Yang sudah tercatat di data kemiskinan tidak masalah karena anggarannya masih ada, yang tidak terdata, misalnya kelompok rentan miskin. Mereka ini kelompok yang biasanya masih bisa bekerja untuk kebutuhan sehari-hari tetapi menjadi tidak bisa beraktivitas lagi karena COVID-19. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, di sana sini sudah barang tentu banyak kekurangan . Saya berharap, tim gugus kerja ini maksimal koordinasinya masing-masig bidang”, tutup Indartato.
