COVAX Kirimkan Lebih 20 juta dosis Vaksin COVID19 ke 20 Negara

SP -07 Maret 2021 17:06 WIB,
Ilustrasi: COVAX Kirimkan Lebih 20 juta dosis Vaksin COVID19 ke 20 Negara (sumber: halopacitan/istimewa)

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dalam akun twitternya Jumat (6/3/2021) menyampaikan COVAX telah mengirimkan lebih dari 20 juta dosis vaksin  COVID19 ke 20 negara. Pada minggu depan, itu akan memberikan dosis 14,4 juta ke 31 negara lebih lanjut. Ini merupakan kemajuan yang menggembirakan, tetapi volume dosis yang didistribusikan melalui COVAX masih relatif kecil.

 

Sementara itu, dilansir dari news.un.org Kamis (5/3/2021), salah satu prioritas utama WHO saat ini adalah meningkatkan ambisi COVAX untuk membantu semua negara mengakhiri pandemi. Ini berarti tindakan segera untuk meningkatkan produksi.

 

Tedros mengatakan, “WHO dan mitra COVAX-nya akan bertemu dengan perwakilan pemerintah dan industri minggu depan untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi yang relevan. Saat ini kami menghadapi beberapa kendala untuk meningkatkan kecepatan dan volume produksi, mulai dari larangan ekspor hingga kekurangan bahan baku termasuk kaca, plastik, dan sumbat,” katanya.

 

“Kami membutuhkan lebih banyak kemitraan seperti ini, dan kami membutuhkannya di semua wilayah,” kata Tedros.

 

WHO juga menganjurkan transfer teknologi bilateral, sehingga perusahaan yang memiliki hak paten vaksin dapat melisensikannya ke perusahaan lain.

 

“Contoh yang baik dari pendekatan ini adalah AstraZeneca, yang telah mentransfer teknologi untuk vaksinnya ke SKBio di Republik Korea dan Serum Institute of India, yang memproduksi vaksin AstraZeneca untuk COVAX”, kata Tedros.

 

Transfer teknologi terkoordinasi adalah opsi selanjutnya, di mana universitas dan produsen akan melisensikan vaksin mereka ke perusahaan lain melalui mekanisme global yang dikoordinasikan oleh WHO.

 

Sebagai informasi, COVAX dipimpin bersama oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bersama mitra pengiriman utama UNICEF. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19, serta menjamin akses yang adil dan merat

Bagikan:

RELATED NEWS