Diduga Menjadi Kluster Baru, Salah Satu Perbankan di Pacitan Alihkan Pelayanan ke ATM dan Unit

Halo Berita 6 Okt 2020, By Rahmat DS
Diduga Menjadi Kluster Baru, Salah Satu Perbankan di Pacitan Alihkan Pelayanan ke ATM dan Unit (halopacitan/istimewa)

Aktivitas masyarakat di salah satu perbankan di Pacitan masih terlihat seperti biasa, meski sudah dilakukan pembatasan pelayanan. Pembatasan pelayanan tersebut dilakukan setelah Pimpinan Cabang BRI Pacitan, berinisial WS meninggal dunia pada Sabtu (03/10/2020) setelah dinyatakan positif COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19, Rahmad Dwiyanto mengatakan, “Belum diketahui secara pasti kluster penularannya.       Namun, semua karyawan sudah dilakukan tracing”

“Pelayanan terus, berdasarkan instruksi pimpinan melalui Pak Sekda, hari ini setelah Pincab meninggal, sudah membatasai pelayanan. Untuk pelayanan melalui teller atau CS tetap dilakukan, namun diharapkan bila lewat ATM bisa maka sebaiknya lewat ATM”, imbuh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Pacitan tersebut, Senin (06/10/2020) seperti dilansir dari chanel yuotube JTV Pacitan.

“Mulai siang ini (red: Senin 5 Oktober 2020), BRI diminta berhenti dulu beraktivitas untuk dilakukan penyemprotan disinfiktan masal. Pelayanan dialihkan ke ATM atau ke unit. Hal ini untuk menampung aspirasi masyarakat yang mulai kawatir atas dugaan klaster baru, dari salah satu perbankan tersebut”, tegas Rahmad.

Perlu diketahui, hingga saat ini total terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 127 orang. Sedangkan jumlah kesembuhan kemarin bertambah 1 orang sehingga menjadi 100 orang. Sampai saat ini jumlah dirawat di wisma atlet sebanyak 23 orang.

“Angka kesembuhan menjadi 78,8%. Dan yang meninggal di Tanjungsari, sore ini dimasukkan dalam kasus probable karena yang meninggal belum diswab”, imbuhnya.

“Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua. Penularan COVID-19 di Pacitan masih massif. Oleh karena itu, jangan lengah tetap harus waspada. Patuhi 3 M, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air mengalir atau dengan handsanitizer, menggunakan masker, dan menjaga jarak”, kata Rahmad mengakhiri.

undefined

SP