Erosi Sungai Jelok Lenyapkan Lapangan Sepak Bola

AZ - Selasa, 22 Januari 2019 20:56 WIB
Tanggul pembatas Sungai Jelok di Dusun Mendole, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan yang kian hari kian menipis akibat erosi sungai. undefined

Halopacitan, Pacitan – Sebanyak lima Dusun dari dua desa terancam terendam akibat semakin menipisnya tanggul pembatas sungai tersebut. Hal itu mengakibatkan seluruh warga masyarakat waswas terutama warga masyarakat Dusun Mendole yang berada sekitar tanggul tersebut.

Muhammad Sahid (58) salah seorang warga mengatakan, tanggul sungai tersebut mulanya selebar sekitar 30 meter. Namun pusaran arus sungai jelok, yang berada disekitar tanggul menyebabkan tanggul lambat laun semakin menipis.

“Itu awalnya dari pinggir rumah ini, sampai tepian sungai kira-kira 30 meter. Tetapi karena berada pas di tikungan airnya muter dan tanggulnya terus ambrol tiap kali hujan deras, sekarang tinggal toga meteran,” ucapnya saat ditemui Halopacitan Selasa (22 /01 /2019).

Sahid juga mengungkapkan, tanggul tersebut dulunya merupakan lapangan sepak bola dan juga dua rumah. Namun kini semua itu tinggal kenangan saja.

“Sekitar tahun 2000an tempat sepak bola anak-anak sini, di samping sini ada dua rumah warga sini juga,” kenangnya.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul tersebut karena tidak hanya Dusun Mendole yang terancam. Ada lima dusun di dua desa yang juga terancam dalam bahaya jika tanggul akhirnya jebol.

Beberapa dusun yang juga dalam daerah rawan adalah Dusun Mendole, Suruan, Ngemplak, Arjowinangun, Menadi dan Mentoro. “ Di Mentoro paling berbahaya soalnya tempatnya lebih rendah dari tanggul,” jelasnya.

Mohamad Basori Kepala Dusun saat ditemui mengatakan Pemerintah Desa telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan tanggul ke dinas terkait, namun belum ada tanggapan.

“Sudah dua kali kami mengajukan proposal ke Dinas PUPR namun belum ada realisasinya. Tahun 2015 lalu setelah 2017 itu sekali, sudah ada pengecekan tapi kurang tahu kenapa belum digarap juga. Kemarin untuk nyegah arus biar enggak terlalu deras dari Desa mengupayakan memanggil alat berat untuk normalisasi. Habisnya kemarin sekitar Rp 8 juta,” tambahnya.

Bagikan

RELATED NEWS