IMG-LOGO
Home Halo Berita Harga Hewan Kurban d...

Harga Hewan Kurban di Pacitan Masih Normal

Pratama Setyawan - Minggu, 14 Juli 2019 pukul 21.18
Kambing yang dijual di Pasar Legi Arjosari Senin (15/07/2019) Kambing yang dijual di Pasar Legi Arjosari Senin (15/07/2019) (sumber: Halopacitan/Pratama Setyawan)

Halopacitan, Arjosari—Mendekati lebaran haji atau Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019, harga hewan kurban di Pacitan masih cenderung normal.  Kenaikan diperkirakan baru akan terasa pada satu minggu sebelum hari raya.

Sejumlah pedagang hewan ternak di Pacitan mengaku harga domba saat berkisar antara Rp1,8 juta-Rp2 juta. Sedangkan untuk jenis kambing jawa antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta tergantung ukurannya.

“Belum ada kenaikan dibanding hari-hari biasa,” kata Imam (35) salah satu pedagang kambing di Pasar Legi Arjosari Senin (15/07/2019).

Pedagang lain, Tungadi (62) dan Junaidi (64) mengakui hal yang sama. Menurut mereka biasanya harga akan naik seminggu sebelum Idhul Adha. “Saat ini yang mencari belum banyak jadi harganya belum naik,” kata Tungadi.

Jika mengacu pada Idul Adha tahun lalu, menurut Tungadi, kenaikan harga kambing ketika Idul Adha akan berkisar antara Rp200.000-Rp500.000

“Unntuk harga saat ini masih relatif normal harga naik nanti mendekati lebaran yaitu kisaran Rp300.000-Rp500.000,” katanya.

Saat ini pada pedagang kambing memilih untuk membeli hewan kurban untuk kemudian dijual ketika harga sudah naik. “Di rumah  sudah ada sampai 25 ekor. Kebetulan saya jagal jadi sewaktu-waktu ada yang membutuhkan siap menyediakan hewan sekalian jasa jagalnya,” tuturnya.

Menurut para pedagang, biasanya pembelian hewan kurban menjelang Idul Adha akan meningkat hingga 50% dibanding hari-hari biasa. Pembeli dari luar Pacitan biasanya juga akan datang dan berpusat di Pasar Pon Sombong.

Toni(35) salah seorang pembeli  warga Kota Pacitan yang datang ke Pasar Legi Arjosari mengaku memilih mencari hewaan kurban sekarang sebelum harga naik tinggi. Setelah memilih-milih dia mendapatkan seekor kambing etawa jantan dengan harga Rp2 juta. “Mumpung masih murah meski juga harus merawat dan memberi makan sendiri,” katanya.