Heppiii Community Ponorogo Bangun Sumur Bor Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau

Halo Warga 28 Apr 2020, By Wahyudatun Nisa
Heppiii Community Ponorogo Bangun Sumur Bor Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau (Istimewa)

Ponorogo - Merebaknya virus COVID-19, tak menyurutkan produktifitas Karang Taruna (Karta) Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur. Komunitas anak muda yang tergabung dalam Heppiii Community Ponorogo ini berhasil membangun sumur bor secara mandiri untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan saat kemarau tiba.

Ketua Heppiii Community Desa Sukosari Iswani mengatakan pembangunan sumur bor ini dibutuhkan untuk memenuhi fasilitas air bersih di Masjid dan Madrasah Diniyah Al-Hasan Sukosari Babadan. Setiap harinya lebih dari 100 murid yang belajar di madrasah tersebut. Sementara aktivitas masjid juga sangat ramai dengan para jemaah.

"Selama ini setiap kemarau tiba, para santri, dan jemaah yang akan beribadah ke masjid kesulitan air. Kami berharap dengan pembangunan sumur bor ini kegiatan di madrasah dan ibadah tidak terganggu lagi" kata Iswani usai mengawali penggunaan sumur bor itu di Ponorogo, Sabtu, 25 April 2020.
Sumur bor berkedalaman 25 meter itu memiliki kapasitas debit air 1 liter per detik. Iswandi bilang dengan kontur wilayah desa yang sulit untuk mendapatkan air, kemampuan sumur bor itu sudah sangat bagus. Karena pompa yang ada sebelumnya sudah tidak mampu menyedot air saat kemarau.

"Keberadaan sumur bor ini juga bisa dimanfaatkan warga desa saat mereka kesulitan air bersih," imbuhnya.

Lebih jauh Iswandi mengungkapkan, pembangunan sumur bor ini murni menggunakan dana mandiri dari Karta Desa Sukasari. Lewat berbagai aktivitas program pengumpulan dana, akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk membangun sumur bor tersebut.

"Sebagaimana bagian dari Hepiii Community Karta Desa Sukasari memiliki program yang memungkinkan kegiatan dibiayai secara mandiri. Inilah salah satu keuntungan kami masuk kedalam Hepiii Community Ponorogo ini," jelasnya.

Koordinator Heppiii Community Ponorogo Andri Kristiawan menyambut baik aksi komunitas ini dengan membuat fasilitas sumur untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, Heppiii Community beserta warga desa akan bersinergi untuk memajukan desa melalui pengembangan pontensi yang ada, baik dalam pengembangan ekonomi kreatif maupun budaya.

"Ditengah situasi masyarakat saat ini yang menghadapi pandemi corona, kami bersyukur masih banyak anggota Hepiii Community yang tetap produktif. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong-royong, tolong-menolong, dan kearifan lokal masih terjaga kuat di pedesaan," ujar Andri.

Karta dan anggotanya di Desa Sukosari juga aktif dalam menyosialisasikan protokol pencegahan dan penanganan virus corona. Seperti melakukan kampanye physical distancing, penggunaan masker, hingga penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum.

"Karta adalah bagian masyarakat desa yang ingin membangun desa ini menjadi lebih maju dan memberi manfaat lebih besar lagi. Kami yakin dengan berkembangnya Hepiii Community di Ponorogo akan lebih banyak lagi karta-karta yang berhasil membangun desanya," jelas Andri mengakhiri percakapannya.

undefined

ayunisa