Imunitas Tubuh, Garda Depan Hadapi Corona selain Social Distancing

Halo Sehat 19 Mar 2020, By Rahmat DS
Imunitas Tubuh, Garda Depan Hadapi Corona selain Social Distancing (halopacitan/istimewa)

Sebagian orang pada awalnya menganggap sepele himbauan untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun juga himbauan untuk menjaga imunitas tubuh.

Virus Corona (Covid-19) datang dengan bertubi-tubi menyerang manusia, hingga kebiasaan baik yang selama ini banyak ditinggalkan mau tidak mau harus kembali dilakukan. Junk food yang banyak digemari anak-anak hingga usia dewasa pun pada sebagian keluarga sudah mulai ditinggalkan berganti dengan menu rumahan yang diproses lebih higienis dan lengkap gizi.

Imunitas tubuh menjadi garda depan lawan covid-19. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkap penjelasan pasien covid-19 atau penyakit virus corona bisa sembuh karena imunitas tubuh.

Pola hidup sehat mejadi langkah awal meningkatkan imunitas tubuh. Dilansir dari alodokter.com langkah yang disarankan untuk tingkatkan imunitas tubuh agar dapat bekerja dengan optimal sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit, perbanyak makan sayur dan buah, cukup sitirahat (dewasa 7-8 jam, remaja 9-10 jam), hindari stress, rutin berolahraga, hindari rokok dan alkohol

Lebih lanjut Wiku mengatakan penyakit corona bisa sembuh dengan sendirinya, atau self limiting disease. Hal ini juga sempat diungkapkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.Tubuh manusia mengidentifikasi virus sebagai musuh yang harus dilawan. Ini pun berlaku untuk virus covid-19. Cara melawan virus adalah dengan imunitas tubuh yang kuat, ungkap Wiku dilansir dari CNN Idonesia.

 Ketika virus (virus patogen penyebab penyakit termasuk virus corona) masuk ke tubuh manusia, menular dari binatang maupun manusia, tubuh akan mengidentifikasi virus sebagai musuh. Perjuangan tubuh melawan virus ini menjelaskan adanya gejala pada pasien yang terinfeksi virus corona.

"Gejala semua sudah tahu, paling penting demam. Demam itu reaksi tubuh untuk melawan. Sebelum timbul antibodi, bentuknya demam," tuturnya di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu (18/03/2020).

Selain demam, tubuh juga mulai merasakan batuk kering dan sesak nafas. Gejala ini timbul sebagai upaya tubuh melawan virus sebelum antibodi keluar. Virus akan dilawan dan tidak bisa bertahan di dalam tubuh ketika antibodi keluar. Kemampuan antibodi melawan virus ini tergantung pada seberapa kuat imunitas yang dimiliki seseorang.

"Virus ini antigen atau musuh. Dan kalau masuk ke badan akan dilawan tubuh manusia apabila antibodi cukup banyak yang muncul karena infeksi itu. Maka orang itu bisa sembuh," jelasnya.

Wiku menjelaskan virus corona akan mencari peluang untuk hidup dalam tubuh makhluk hidup. Ketika berpindah dari hewan ke manusia, ia akan mencari tubuh yang paling rentan terinfeksi.

Sejauh ini pakar di dunia mendapati penularan virus bisa dipangkas dengan memotong kontak antar makhluk hidup. Ini menjelaskan kenapa menjaga jarak (social distancing) jadi upaya penting mencegah penyebaran corona.

Ada lima upaya yang penting diingat untuk mencegah corona, kata Wiku. Yakni menjaga jarak, tidak berjabat tangan, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan memakai masker bagi yang sedang sakit.

undefined

SP