Ini Cara Prudential Peduli Literasi

Halo Berita 16 Okt 2020, By Rahmat DS
Ini Cara Prudential Peduli Literasi (halopacitan/istimewa)

Hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia di urutan ke-74, alias peringkat keenam dari bawah. Kemauan dan pemahaman berliterasi, mulai baca, tulis, digital, numeral, financial,  sosial dan kewargaan masih rendah. Padahal literasi sebagai salah satu syarat kunci bagaimana generasi Indonesia mampu membawa negaranya sebagai negara dengan kekuatan ekonomi no 4 di dunia. 

Permasalahan belum meratanya kesempatan untuk mengakses bahan literasi di dalam negeri, disinyalir menjadi penyebab utama. Sebagai contoh, orang yang tinggal di kota besar seperti DKI Jakarta  termasuk kota-kota besar yang dilengkapi segala fasilitas pendukung internet dan ketersediaan perpustakaan, lebih mudah mengakses bahan literasi dibandingkan di tempat lain.

Kesempatan untuk membangun literasi bagi para pelajar sebenarnya selalu ada. Sayangnya, hal itu kian terasa berat di masa pandemi ini, khususnya bagi murid yang berada di pedesaan.  Unicef menemukan, masih banyak murid di wilayah pedesaan yang belum memiliki koneksi internet dan fasilitas teknologi memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara daring, seperti komputer atau laptop.  

 Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr Samto mengatakan, di abad ke-21, salah satu keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan adalah kemampuan literasi. Hal ini pun tak sebatas bisa baca dan tulis, tapi juga mesti mampu memahami konteks.

“Oleh karena itu, kemampuan literasi harus dimulai sejak dini. Guna mendukung hal tersebut, Kemdikbud telah mencanangkan serangkaian program, seperti Gerakan Literasi Nasional, asesmen kompetensi minimum siswa untuk literasi dan numerasi, dan sebagainya,” ungkap Dr Samto, seperti dilansir dari kompas.com.

Upaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak Indonesia tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Bak gayung bersambut, Prudential Indonesia menyampaikan komitmennya dalam diskusi virtual bertajuk Literasi Anak Jadi Awal Kesejahteraan Indonesia yang digelar bersama Kompas Talks.

President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, selama 25 tahun, Prudential Indonesia percaya bahwa bisnis yang baik harus diikuti dengan berbagi kebaikan kepada masyarakat. Hal ini pun sejalan dengan kampanye “We Do Good” yang diusung perusahaan.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar penting pada komitmen pemberdayaan masyarakat dari Community Investment Prudential Indonesia karena memiliki efek domino pada seluruh sendi kehidupan,” terang Jens.

Prudential Indonesia luncurkan dua program besar, yaitu program dukungan pendidikan yang berkolaborasi dengan Unicef dan program Cha-Ching yang merupakan program literasi keuangan untuk anak yang dilakukan bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI).

“Kedua program itu merupakan bagian dari upaya kami membantu generasi penerus mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya kelak,” imbuh Jens.

Kolaborasi mendukung Kemdikbud Perwakilan Unicef Indonesia Debora Comini mengungkapkan, COVID-19 menimbulkan dampak terhadap hampir 60 juta anak Indonesia. Karena itu, semua elemen wajib memastikan setiap anak dapat terus belajar. Sejak Agustus 2020, Prudential Indonesia telah berkolaborasi dengan Unicef untuk mendukung Kemendikbud dalam memastikan anak-anak dan orangtua di berbagai wilayah di Nusantara dapat menjalankan proses belajar mengajar secara efektif.

Prudential Indonesia menggelar pelatihan untuk para pengajar agar mampu beradaptasi di masa new normal. Prudential menargetkan program bersama Unicef menjangkau 69.000 siswa dan 3750 guru dari berbagai wilayah di Indonesia pada Januari 2021.

 “Anak-anak adalah urusan semua orang dan Unicef menghargai dukungan Prudential Indonesia dalam membantu memprioritaskan pendidikan mereka," kata Comini. Sementara itu, untuk program Cha-Ching, hingga September 2020, kegiatan ini telah diimplementasikan di 2.665 sekolah di Sidoarjo, Trenggalek, Blitar, Jakarta, dan menjangkau 4.820 guru, serta 146.897 siswa SD.

Perlu diketahui bahwa proram ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan anak usia 7-12 tahun dan telah dijalankan oleh Prudential Indonesia sejak 2012. Di bawah asuhan Prudence Foundation, pelaksana Community Investment Prudential di Asia dan Afrika, program Cha-Ching mengajarkan empat konsep dasar pengelolaan keuangan melalui modul pembelajaran menarik, yaitu peroleh (earn), simpan (save), belanjakan (spend), dan sumbangkan (donate).

Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo menjelaskan, “Penanaman literasi keuangan sejak dini makin relevan manfaatnya untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masa depan, seperti pandemi,” kata Nini. 

undefined

SP